Warning Legenda PSM Makassar: Juku Eja Jangan Sampai Terpuruk Lagi!

SulawesiPos.com – Mantan Pelatih dan Legenda PSM Makassar, Syamsuddin Umar, menyoroti urgensi persiapan skuad Juku Eja menjelang bergulirnya Liga Super Indonesia 2026-2027.

Berkaca pada fluktuasi performa musim lalu—di mana PSM sempat menembus papan atas sebelum akhirnya merosot dan terancam di zona degradasi—persiapan fisik dan taktik yang matang menjadi harga mati.

“Sebagai pemerhati dan pengamat, kita tentu berkeinginan agar PSM bisa tampil lebih baik. Pelajaran dari hal tersebut membuat kita berharap agar tidak terulang lagi,” ujar Syamsuddin, pada Sulawesi Pos, Selasa (1/9/2026).

Mantan asisten Pelatih Timnas Peter White dan Ivan Kolev ini menekankan bahwa kompetisi Liga 1 berformat panjang dan kini didominasi oleh pelatih serta pemain asing berkualitas dari Eropa dan Asia.

Menurut mantan pelatih yang pernah membawa PSM juara liga pada musim 1992 (perserikatan) dan Liga Indonesia (2000) ini, kunci keberhasilan PSM akan sangat bergantung pada kepiawaian tim pelatih dalam meramu chemistry antarpemain, mengatur ritme permainan selama 2 x 45 menit, serta mengeksekusi rotasi pemain dengan cermat.

BACA JUGA:  9 Laga Kandang PSM di BJ Habibie, Rata-rata Penonton Tak Sampai 4 Ribu

Ujian Tiga Laga Krusial di Awal Musim

Langkah PSM di awal musim akan langsung diuji oleh jadwal yang berat. Pertandingan perdana dijadwalkan berlangsung tandang melawan Persib Bandung pada tanggal 6. Syamsuddin berharap PSM mampu mencuri poin krusial di Bandung sebagai modal mental.

“Kita berharap bisa mencuri poin di kandang Persib, karena jika tidak, tentu akan menjadi tantangan tersendiri,” tutur mantan gelandang PSM Makassar yang pernah membawa PSM juara di Piala Presiden Soeharto tahun 1974 ini.

Setelah itu, PSM akan menjamu Arema FC dan Persita Tangerang di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare. Tantangannya, dua laga kandang ini kemungkinan besar harus digelar tanpa kehadiran penonton.

Mengingat kekuatan Arema dan Persita yang berimbang, target yang jelas dan kehati-hatian di tiga laga awal ini dinilai sangat krusial untuk membangun ritme kemenangan tim ke depannya.

Sinergi Manajemen, Suporter, dan Ekspansi Dukungan Daerah

Di luar aspek teknis, Syamsuddin menyoroti pentingnya keharmonisan antara manajemen dan suporter. Suporter diharapkan tetap solid memberikan dukungan nyata dalam situasi menang maupun kalah.

BACA JUGA:  Kota Ini Bukan Tempat Selebrasi, Atmosfer Panas Sambut Kedatangan Persib di Makassar

Sebaliknya, manajemen dituntut untuk lebih bijak dan empatik terhadap tantangan yang dihadapi suporter, mengingat tingginya biaya, jarak, dan waktu tempuh untuk laga kandang di Parepare. Manajemen perlu memberikan kemudahan dan ruang yang layak bagi para pendukung setia.

Syamsuddin menyarankan manajemen untuk merangkul Pemerintah Daerah di wilayah tetangga Parepare—seperti Sidrap, Barru, dan Pinrang.

Kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui inisiatif roadshow pemain atau festival sepak bola lokal, yang bertujuan memperluas basis pendukung sekaligus menanamkan rasa kepemilikan yang lebih kuat di hati masyarakat Sulawesi Selatan

SulawesiPos.com – Mantan Pelatih dan Legenda PSM Makassar, Syamsuddin Umar, menyoroti urgensi persiapan skuad Juku Eja menjelang bergulirnya Liga Super Indonesia 2026-2027.

Berkaca pada fluktuasi performa musim lalu—di mana PSM sempat menembus papan atas sebelum akhirnya merosot dan terancam di zona degradasi—persiapan fisik dan taktik yang matang menjadi harga mati.

“Sebagai pemerhati dan pengamat, kita tentu berkeinginan agar PSM bisa tampil lebih baik. Pelajaran dari hal tersebut membuat kita berharap agar tidak terulang lagi,” ujar Syamsuddin, pada Sulawesi Pos, Selasa (1/9/2026).

Mantan asisten Pelatih Timnas Peter White dan Ivan Kolev ini menekankan bahwa kompetisi Liga 1 berformat panjang dan kini didominasi oleh pelatih serta pemain asing berkualitas dari Eropa dan Asia.

Menurut mantan pelatih yang pernah membawa PSM juara liga pada musim 1992 (perserikatan) dan Liga Indonesia (2000) ini, kunci keberhasilan PSM akan sangat bergantung pada kepiawaian tim pelatih dalam meramu chemistry antarpemain, mengatur ritme permainan selama 2 x 45 menit, serta mengeksekusi rotasi pemain dengan cermat.

BACA JUGA:  PSM Makassar vs Persib Bandung: Duel Klasik Pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026

Ujian Tiga Laga Krusial di Awal Musim

Langkah PSM di awal musim akan langsung diuji oleh jadwal yang berat. Pertandingan perdana dijadwalkan berlangsung tandang melawan Persib Bandung pada tanggal 6. Syamsuddin berharap PSM mampu mencuri poin krusial di Bandung sebagai modal mental.

“Kita berharap bisa mencuri poin di kandang Persib, karena jika tidak, tentu akan menjadi tantangan tersendiri,” tutur mantan gelandang PSM Makassar yang pernah membawa PSM juara di Piala Presiden Soeharto tahun 1974 ini.

Setelah itu, PSM akan menjamu Arema FC dan Persita Tangerang di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare. Tantangannya, dua laga kandang ini kemungkinan besar harus digelar tanpa kehadiran penonton.

Mengingat kekuatan Arema dan Persita yang berimbang, target yang jelas dan kehati-hatian di tiga laga awal ini dinilai sangat krusial untuk membangun ritme kemenangan tim ke depannya.

Sinergi Manajemen, Suporter, dan Ekspansi Dukungan Daerah

Di luar aspek teknis, Syamsuddin menyoroti pentingnya keharmonisan antara manajemen dan suporter. Suporter diharapkan tetap solid memberikan dukungan nyata dalam situasi menang maupun kalah.

BACA JUGA:  Kota Ini Bukan Tempat Selebrasi, Atmosfer Panas Sambut Kedatangan Persib di Makassar

Sebaliknya, manajemen dituntut untuk lebih bijak dan empatik terhadap tantangan yang dihadapi suporter, mengingat tingginya biaya, jarak, dan waktu tempuh untuk laga kandang di Parepare. Manajemen perlu memberikan kemudahan dan ruang yang layak bagi para pendukung setia.

Syamsuddin menyarankan manajemen untuk merangkul Pemerintah Daerah di wilayah tetangga Parepare—seperti Sidrap, Barru, dan Pinrang.

Kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui inisiatif roadshow pemain atau festival sepak bola lokal, yang bertujuan memperluas basis pendukung sekaligus menanamkan rasa kepemilikan yang lebih kuat di hati masyarakat Sulawesi Selatan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru