Bangun Ekosistem Pembinaan, PSM Makassar Jaring Bibit Muda di 12 Kota Se-Sulawesi

SulawesiPos.com — Manajemen PSM Makassar kian serius menata ekosistem pembinaan usia dini guna menjaring bibit-bibit pesepak bola profesional masa depan. Langkah nyata tersebut diwujudkan lewat persiapan menghadapi kompetisi Elite Pro Academy (EPA) serta pembentukan jenjang kelompok umur baru mulai dari PSM Kids hingga akademi.
Manajer Tim PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, mengungkapkan bahwa skuad muda PSM dijadwalkan terjun dalam kompetisi Elite Pro Academy pada 3 Oktober mendatang untuk tiga kelompok usia, yakni U-16, U-18, dan U-20.
“Untuk akademi, kami sudah melakukan talent scouting. Insyaallah di awal September sudah memasuki masa persiapan sebelum akademi resmi dimulai. Tanggal 3 Oktober nanti kita selenggarakan untuk mengikuti Elite Pro Academy usia 16, 18, dan 20 tahun,” jelas Nur Fajrin, pada SulawesiPos, Senin (31/8/2026).
Tak hanya berhenti di kelompok EPA, PSM Makassar juga memperluas pembinaan ke jenjang usia yang lebih muda melalui program PSM Kids. Program ini membina talenta cilik pada kelompok usia 8, 10, dan 12 tahun.
“Jadi ekosistem sepak bolanya insyaallah tahun depan tidak hanya fokus pada tim PSM senior saja, melainkan ada enam kategori tingkat usia muda yang sedang kita kembangkan,” tambahnya.

Prioritaskan Talenta Lokal dan Gandeng Legenda Klub

Sebagai satu-satunya wakil Pulau Sulawesi di kasta tertinggi sepak bola nasional, PSM Makassar memosisikan diri sebagai episentrum sekaligus gerbang pembinaan talenta sepak bola di Indonesia Timur. Proses pemantauan bakat difokuskan langsung ke berbagai wilayah di jazirah Sulawesi.
“Visi Akademi PSM adalah menjadi pintu gerbang pembinaan sepak bola di Indonesia Timur. Apalagi di Liga 1 maupun Liga 2, perwakilan dari Pulau Sulawesi hanya PSM. Kemarin kita sudah melakukan talent scouting di 12 kota di seluruh Pulau Sulawesi. Prioritas utama kita adalah talenta lokal Sulawesi,” tutur Nur Fajrin.
Guna memastikan kurikulum dan karakter permainan berjalan beriringan, jajaran pelatih akademi dipercayakan langsung kepada deretan legenda serta mantan pemain PSM Makassar yang telah mengantongi lisensi kepelatihan resmi.
Sederet nama yang dilibatkan di antaranya Ronald Fagundez, Samsul Chaeruddin, Akbar, Budiman Buswir, Tamsil Sijaya, hingga Wasiat Hasbullah.
“Mantan pemain PSM yang secara lisensi telah memenuhi persyaratan kami akomodasi dan berikan ruang agar bisa berkontribusi kembali. Kami berharap mereka tidak hanya melatih secara teknis, tetapi juga menularkan semangat, nilai filosofis, dan mentalitas khas PSM kepada generasi muda penerus Juku Eja,” pungkasnya.
BACA JUGA:  Rumor Transfer PSM Makassar: Joan Román Masuk Radar Juku Eja
SulawesiPos.com — Manajemen PSM Makassar kian serius menata ekosistem pembinaan usia dini guna menjaring bibit-bibit pesepak bola profesional masa depan. Langkah nyata tersebut diwujudkan lewat persiapan menghadapi kompetisi Elite Pro Academy (EPA) serta pembentukan jenjang kelompok umur baru mulai dari PSM Kids hingga akademi.
Manajer Tim PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, mengungkapkan bahwa skuad muda PSM dijadwalkan terjun dalam kompetisi Elite Pro Academy pada 3 Oktober mendatang untuk tiga kelompok usia, yakni U-16, U-18, dan U-20.
“Untuk akademi, kami sudah melakukan talent scouting. Insyaallah di awal September sudah memasuki masa persiapan sebelum akademi resmi dimulai. Tanggal 3 Oktober nanti kita selenggarakan untuk mengikuti Elite Pro Academy usia 16, 18, dan 20 tahun,” jelas Nur Fajrin, pada SulawesiPos, Senin (31/8/2026).
Tak hanya berhenti di kelompok EPA, PSM Makassar juga memperluas pembinaan ke jenjang usia yang lebih muda melalui program PSM Kids. Program ini membina talenta cilik pada kelompok usia 8, 10, dan 12 tahun.
“Jadi ekosistem sepak bolanya insyaallah tahun depan tidak hanya fokus pada tim PSM senior saja, melainkan ada enam kategori tingkat usia muda yang sedang kita kembangkan,” tambahnya.

Prioritaskan Talenta Lokal dan Gandeng Legenda Klub

Sebagai satu-satunya wakil Pulau Sulawesi di kasta tertinggi sepak bola nasional, PSM Makassar memosisikan diri sebagai episentrum sekaligus gerbang pembinaan talenta sepak bola di Indonesia Timur. Proses pemantauan bakat difokuskan langsung ke berbagai wilayah di jazirah Sulawesi.
“Visi Akademi PSM adalah menjadi pintu gerbang pembinaan sepak bola di Indonesia Timur. Apalagi di Liga 1 maupun Liga 2, perwakilan dari Pulau Sulawesi hanya PSM. Kemarin kita sudah melakukan talent scouting di 12 kota di seluruh Pulau Sulawesi. Prioritas utama kita adalah talenta lokal Sulawesi,” tutur Nur Fajrin.
Guna memastikan kurikulum dan karakter permainan berjalan beriringan, jajaran pelatih akademi dipercayakan langsung kepada deretan legenda serta mantan pemain PSM Makassar yang telah mengantongi lisensi kepelatihan resmi.
Sederet nama yang dilibatkan di antaranya Ronald Fagundez, Samsul Chaeruddin, Akbar, Budiman Buswir, Tamsil Sijaya, hingga Wasiat Hasbullah.
“Mantan pemain PSM yang secara lisensi telah memenuhi persyaratan kami akomodasi dan berikan ruang agar bisa berkontribusi kembali. Kami berharap mereka tidak hanya melatih secara teknis, tetapi juga menularkan semangat, nilai filosofis, dan mentalitas khas PSM kepada generasi muda penerus Juku Eja,” pungkasnya.
BACA JUGA:  PSM Makassar Banding Sanksi Komdis PSSI, Denda Rp380 Juta Dinilai Tak Proporsional

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru