SulawesiPos.com – Kejutan besar mewarnai laga pamungkas fase grup kompetisi paling bergengsi antarklub Amerika Selatan, CONMEBOL Libertadores 2026.
Klub raksasa asal Argentina, Boca Juniors, secara tragis harus menyudahi perjalanan mereka lebih cepat setelah ditumbangkan oleh wakil Chile, Universidad Católica, dengan skor tipis 0-1 pada Jumat, 29 Mei 2026.
Pertandingan penentu Matchday 6 Grup D yang digelar di markas keramat Boca, Estadio Alberto J. Armando atau yang lebih dikenal sebagai La Bombonera, berlangsung dengan tensi yang sangat tinggi.
Kekalahan memilukan di hadapan pendukungnya sendiri ini membuat El Xeneize resmi tereliminasi dan gagal melangkah ke babak gugur Copa Libertadores musim ini.
Bertindak sebagai tuan rumah, Boca Juniors sebenarnya mengambil inisiatif serangan sejak menit awal demi mengamankan tiket kelolosan.
Namun, lini pertahanan Universidad Católica tampil begitu solid dan disiplin dalam meredam agresivitas lini serang tuan rumah.
Malapetaka bagi Boca Juniors datang pada menit ke-33.
Lewat skema serangan balik yang rapi dan terukur, penyerang muda Universidad Católica, Clemente Montes, berhasil melepaskan diri dari kawalan bek lawan.
Dengan ketenangan luar biasa, Montes sukses menaklukkan penjaga gawang Boca untuk membawa tim tamu unggul 1-0.
Gol tunggal ini terbukti menjadi satu-satunya pembeda hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Jika melihat jalannya laga, Boca Juniors sejatinya sangat mendominasi permainan.
Skuad asal Buenos Aires tersebut mencatatkan penguasaan bola hingga mencapai 60 persen, berbanding jauh dengan Universidad Católica yang hanya menorehkan 40 persen penguasaan bola.
Akan tetapi, dominasi tersebut terasa semu karena buruknya penyelesaian akhir dan kreativitas serangan tim tuan rumah.
Sepanjang 90 menit pertandingan, Boca melepaskan total 9 tembakan, namun hanya 1 yang benar-benar tepat sasaran (shot on target).
Statistik ini sama persis dengan efektivitas luar biasa tim tamu yang juga mengemas 1 tembakan tepat sasaran dari total peluang mereka, namun langsung berbuah gol kemenangan.
Frustrasi akibat gagal menembus tembok kokoh lawan, pertandingan pun berjalan keras.
Universidad Católica yang bermain defensif melakukan 16 pelanggaran dan menerima 2 kartu kuning, sementara Boca Juniors membalas dengan 6 pelanggaran serta 2 kartu kuning.
Catatan Pertandingan: Meskipun mencatatkan akurasi operan yang tinggi sebesar 88 persen dibandingkan tim tamu yang hanya 64 persen, Boca Juniors gagal mengonversinya menjadi gol penyama kedudukan.
Pertarungan sengit antara kedua tim di Grup D Copa Libertadores musim ini menyajikan drama yang menarik dari dua pertemuan yang telah dilewati:
Pada pertemuan pertama yang berlangsung tanggal 8 April 2026, Boca Juniors sebenarnya sempat membuka asa dengan mencuri kemenangan tipis 2-1 saat bertandang ke markas Universidad Católica.
Namun, cerita berbalik 180 derajat pada laga krusial tanggal 29 Mei 2026 ini. Universidad Católica berhasil membalas kekalahan tersebut secara tunai di La Bombonera.
Kemenangan 1-0 ini tidak hanya menjadi aksi balas dendam yang sempurna bagi wakil Chile tersebut, tetapi sekaligus menjadi hantaman fatal yang mengeliminasi raksasa Argentina dari turnamen paling bergengsi di benua tersebut.

