Dari Krisis ke Harapan! PSM Makassar Naik Perlahan Usai Tumbangkan PSIM

SulawesiPos.com – Perjalanan PSM Makassar di ajang BRI Super League 2025/2026 masih penuh tantangan.

Hingga pekan ke-27, tim berjuluk Juku Eja tersebut masih tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan raihan 28 poin.

Dari total 27 pertandingan, PSM mencatatkan 6 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 11 kekalahan.

Catatan ini menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi masalah utama.

Meski tidak terlalu sering kalah, banyaknya hasil seri membuat perolehan poin mereka tidak maksimal.

Dari sisi produktivitas gol, PSM mencetak 32 gol dan kebobolan 36 gol.

Selisih gol -4 menjadi indikasi bahwa lini pertahanan masih perlu pembenahan, terutama dalam menjaga fokus di momen-momen krusial pertandingan.

Kemenangan Dramatis atas PSIM Yogyakarta

Momentum positif akhirnya datang saat PSM Makassar berhasil meraih kemenangan penting 2-1 atas PSIM Yogyakarta pada 10 April 2026.

Kemenangan tandang ini menjadi sangat krusial karena:

  • Memberikan tambahan tiga poin berharga
  • Mengangkat mental dan kepercayaan diri tim
  • Menjauhkan posisi dari zona degradasi
BACA JUGA: 
Pesta Gol di Bandung! Persib Libas Madura United 5-0, Maung Bandung Kian Perkasa di Papan Atas

Lebih dari sekadar hasil, kemenangan ini menunjukkan bahwa PSM masih memiliki daya juang tinggi di tengah tekanan musim yang tidak mudah.

Persaingan Ketat di Liga 1

Di sisi lain, persaingan papan atas BRI Super League berlangsung sengit. Sejumlah tim besar tampil konsisten sepanjang musim.

Lima besar klasemen saat ini dihuni oleh:

  1. Persib Bandung (64 poin)
  2. Borneo FC Samarinda (60 poin)
  3. Persija Jakarta (55 poin)
  4. Malut United FC (46 poin)
  5. Bhayangkara Presisi Lampung FC (44 poin)

Jarak poin yang cukup jauh membuat PSM hampir mustahil bersaing ke papan atas.

Oleh karena itu, fokus utama kini adalah mengamankan posisi agar tetap bertahan di Liga 1.

Evaluasi Performa: Banyak Seri, Minim Kemenangan

Jika melihat lebih dalam, masalah terbesar PSM musim ini adalah minimnya kemenangan.

Dari 27 laga, hanya 6 yang berakhir dengan kemenangan.

Sementara itu, 10 hasil imbang menjadi “pedang bermata dua”.

Di satu sisi, tim tidak mudah kalah, namun di sisi lain gagal mengamankan poin penuh.

BACA JUGA: 
PSM Makassar vs Bali United: Pertandingan Krusial Sarat Gengsi

Selain itu, pertahanan juga menjadi sorotan.

Kebobolan 36 gol menunjukkan masih adanya celah di lini belakang, baik dari sisi koordinasi maupun disiplin pemain.

Meski demikian, lini serang PSM masih cukup menjanjikan.

Dengan 32 gol yang telah dicetak, tim ini sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing lebih baik jika mampu meningkatkan efektivitas dan konsistensi permainan.

Peluang Bertahan Masih Terbuka

Kabar baiknya, peluang PSM Makassar untuk bertahan di Liga 1 masih terbuka lebar.

Posisi papan tengah bawah yang cukup padat membuat selisih poin antar tim tidak terlalu jauh.

Artinya, satu hingga dua kemenangan beruntun saja sudah cukup untuk mendongkrak posisi secara signifikan.

Hal ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh Juku Eja di sisa musim.

Beberapa kunci penting yang harus dilakukan:

  • Memaksimalkan laga kandang
  • Mengurangi kesalahan di lini belakang
  • Lebih efektif dalam penyelesaian akhir

Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin PSM bisa finis di posisi yang lebih aman, bahkan mendekati papan tengah.

BACA JUGA: 
Profil Ricky Pratama, Talenta Muda PSM Makassar yang Disorot Terkait Dugaan Penganiayaan

Kesimpulan: Titik Balik atau Sekadar Momentum?

Kemenangan atas PSIM Yogyakarta bisa menjadi titik balik bagi PSM Makassar.

Namun, satu kemenangan saja tentu tidak cukup untuk mengubah keadaan secara signifikan.

Kunci utama ada pada konsistensi di laga-laga berikutnya.

Jika mampu mempertahankan performa positif, peluang keluar dari tekanan zona degradasi akan semakin besar.

Sebaliknya, jika kembali inkonsisten, bukan tidak mungkin PSM kembali terjerumus ke posisi berbahaya.

Sisa musim akan menjadi penentuan nasib Juku Eja.

Apakah mereka benar-benar bangkit, atau justru terus berjuang di papan bawah hingga akhir kompetisi?

SulawesiPos.com – Perjalanan PSM Makassar di ajang BRI Super League 2025/2026 masih penuh tantangan.

Hingga pekan ke-27, tim berjuluk Juku Eja tersebut masih tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan raihan 28 poin.

Dari total 27 pertandingan, PSM mencatatkan 6 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 11 kekalahan.

Catatan ini menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi masalah utama.

Meski tidak terlalu sering kalah, banyaknya hasil seri membuat perolehan poin mereka tidak maksimal.

Dari sisi produktivitas gol, PSM mencetak 32 gol dan kebobolan 36 gol.

Selisih gol -4 menjadi indikasi bahwa lini pertahanan masih perlu pembenahan, terutama dalam menjaga fokus di momen-momen krusial pertandingan.

Kemenangan Dramatis atas PSIM Yogyakarta

Momentum positif akhirnya datang saat PSM Makassar berhasil meraih kemenangan penting 2-1 atas PSIM Yogyakarta pada 10 April 2026.

Kemenangan tandang ini menjadi sangat krusial karena:

  • Memberikan tambahan tiga poin berharga
  • Mengangkat mental dan kepercayaan diri tim
  • Menjauhkan posisi dari zona degradasi
BACA JUGA: 
Pesta Gol di Bandung! Persib Libas Madura United 5-0, Maung Bandung Kian Perkasa di Papan Atas

Lebih dari sekadar hasil, kemenangan ini menunjukkan bahwa PSM masih memiliki daya juang tinggi di tengah tekanan musim yang tidak mudah.

Persaingan Ketat di Liga 1

Di sisi lain, persaingan papan atas BRI Super League berlangsung sengit. Sejumlah tim besar tampil konsisten sepanjang musim.

Lima besar klasemen saat ini dihuni oleh:

  1. Persib Bandung (64 poin)
  2. Borneo FC Samarinda (60 poin)
  3. Persija Jakarta (55 poin)
  4. Malut United FC (46 poin)
  5. Bhayangkara Presisi Lampung FC (44 poin)

Jarak poin yang cukup jauh membuat PSM hampir mustahil bersaing ke papan atas.

Oleh karena itu, fokus utama kini adalah mengamankan posisi agar tetap bertahan di Liga 1.

Evaluasi Performa: Banyak Seri, Minim Kemenangan

Jika melihat lebih dalam, masalah terbesar PSM musim ini adalah minimnya kemenangan.

Dari 27 laga, hanya 6 yang berakhir dengan kemenangan.

Sementara itu, 10 hasil imbang menjadi “pedang bermata dua”.

Di satu sisi, tim tidak mudah kalah, namun di sisi lain gagal mengamankan poin penuh.

BACA JUGA: 
PSM Makassar Bantah Rumor Transfer Yuran Fernandes dan Victor Dethan, Manajemen: Masih Pemain Kami

Selain itu, pertahanan juga menjadi sorotan.

Kebobolan 36 gol menunjukkan masih adanya celah di lini belakang, baik dari sisi koordinasi maupun disiplin pemain.

Meski demikian, lini serang PSM masih cukup menjanjikan.

Dengan 32 gol yang telah dicetak, tim ini sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing lebih baik jika mampu meningkatkan efektivitas dan konsistensi permainan.

Peluang Bertahan Masih Terbuka

Kabar baiknya, peluang PSM Makassar untuk bertahan di Liga 1 masih terbuka lebar.

Posisi papan tengah bawah yang cukup padat membuat selisih poin antar tim tidak terlalu jauh.

Artinya, satu hingga dua kemenangan beruntun saja sudah cukup untuk mendongkrak posisi secara signifikan.

Hal ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh Juku Eja di sisa musim.

Beberapa kunci penting yang harus dilakukan:

  • Memaksimalkan laga kandang
  • Mengurangi kesalahan di lini belakang
  • Lebih efektif dalam penyelesaian akhir

Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin PSM bisa finis di posisi yang lebih aman, bahkan mendekati papan tengah.

BACA JUGA: 
Borneo FC vs PSM Makassar: Misi Bangkit Dua Tim di Pekan ke-16 Super League

Kesimpulan: Titik Balik atau Sekadar Momentum?

Kemenangan atas PSIM Yogyakarta bisa menjadi titik balik bagi PSM Makassar.

Namun, satu kemenangan saja tentu tidak cukup untuk mengubah keadaan secara signifikan.

Kunci utama ada pada konsistensi di laga-laga berikutnya.

Jika mampu mempertahankan performa positif, peluang keluar dari tekanan zona degradasi akan semakin besar.

Sebaliknya, jika kembali inkonsisten, bukan tidak mungkin PSM kembali terjerumus ke posisi berbahaya.

Sisa musim akan menjadi penentuan nasib Juku Eja.

Apakah mereka benar-benar bangkit, atau justru terus berjuang di papan bawah hingga akhir kompetisi?

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru