SulawesiPos.com – PSM Makassar harus puas berbagi poin setelah hasil imbang melawan Persis Solo dalam lanjutan Liga 1 Indonesia musim 2025/2026 pekan ke-26.
Dalam laga tersebut, PSM sebenarnya tampil cukup meyakinkan di babak pertama.
Tim berjuluk Juku Eja itu mampu menguasai permainan dengan gaya menyerang yang agresif.
Pelatih bahkan mengungkapkan bahwa strategi yang diterapkan berjalan sesuai rencana sejak awal pertandingan.
Serangan demi serangan berhasil dibangun dengan rapi, dan PSM mampu menciptakan peluang berbahaya.
Bahkan, mereka sempat unggul sebelum turun minum, yang membuat optimisme tinggi untuk mengamankan tiga poin di kandang.
Babak Kedua Jadi Titik Balik
Namun, situasi berubah drastis di babak kedua.
Intensitas permainan PSM mulai menurun, yang akhirnya dimanfaatkan oleh tim lawan untuk bangkit.
Pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, mengakui adanya penurunan performa yang cukup signifikan setelah jeda pertandingan.
Ia menyebut bahwa timnya kehilangan fokus dan gagal mempertahankan konsistensi permainan.
Menurutnya, pergantian pemain yang dilakukan sebenarnya bertujuan untuk menjaga ritme permainan.
Namun, justru terjadi kesalahan sendiri yang berujung pada gol balasan dari Persis.
“Kita kebobolan karena kesalahan sendiri. Ini menjadi evaluasi penting bagi tim,” ungkapnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Masalah Mentalitas Jadi Sorotan
Lebih lanjut, Ahmad Amiruddin menyoroti aspek mentalitas pemain yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi PSM Makassar.
Ia menegaskan bahwa pemain harus memiliki komitmen lebih dalam membela tim, bukan sekadar menjalankan kewajiban di lapangan.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa ada aspek non-teknis yang turut memengaruhi performa tim.
“Ini soal mentalitas, apakah kita mau memberikan lebih ke PSM atau sekadar menjalankan kewajiban,” tegasnya.
Komentar tersebut langsung menjadi perhatian publik dan suporter, mengingat PSM dikenal sebagai salah satu tim dengan basis pendukung fanatik di Indonesia.
Pemain Minta Maaf, Fokus Laga Berikutnya
Sementara itu, pemain PSM, Dzaky Asraf, juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil yang dianggap kurang maksimal.
Ia mengakui bahwa tim sebenarnya menargetkan kemenangan untuk mengamankan posisi di klasemen.
Namun, hasil imbang membuat harapan tersebut belum tercapai.
“Kami tahu suporter menginginkan tiga poin, tapi hasilnya seri. Kami akan fokus ke laga berikutnya dan bekerja lebih keras,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa para pemain menyadari ekspektasi tinggi dari pendukung dan berkomitmen untuk bangkit di pertandingan selanjutnya.
Evaluasi Besar Menanti PSM
Hasil imbang ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PSM Makassar, terutama dalam menjaga konsistensi permainan selama 90 menit.
Selain aspek teknis, mentalitas dan fokus pemain juga menjadi faktor krusial yang harus segera dibenahi jika ingin tetap bersaing di papan atas Liga 1 musim ini.
Dengan kompetisi yang semakin ketat, setiap poin sangat berharga.
Kehilangan momentum seperti ini bisa berdampak besar terhadap posisi akhir klasemen.
PSM diharapkan mampu bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya di laga berikutnya demi menjaga peluang meraih hasil maksimal di musim 2025/2026.

