SulawesiPos.com – Dunia sepak bola modern tak hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga perlindungan bagi klub dan pemain.
Melalui program resmi bernama FIFA Club Protection Programme, federasi sepak bola dunia memberikan jaminan finansial bagi klub jika pemain mereka mengalami cedera saat membela tim nasional.
Program ini menjadi solusi penting di tengah padatnya kalender internasional yang sering membuat pemain harus tampil di berbagai kompetisi, baik bersama klub maupun negara.
Apa Itu FIFA Club Protection Programme?
Program ini merupakan skema perlindungan yang dirancang oleh FIFA untuk membantu klub yang tetap membayar gaji pemain meski sang pemain mengalami cedera saat menjalankan tugas negara.
Jika cedera tersebut cukup serius dan membuat pemain absen dalam waktu lama, klub berhak mengajukan klaim kompensasi finansial.
Besaran Kompensasi yang Diberikan
Dalam regulasi yang berlaku, terdapat beberapa ketentuan penting terkait nilai kompensasi:
- Kompensasi berlaku jika pemain absen lebih dari 28 hari
- Nilai kompensasi mencapai sekitar €20.000 per hari
- Batas maksimal klaim hingga €7,5 juta per pemain (sekitar Rp130 miliar)
Angka ini menunjukkan betapa seriusnya FIFA dalam melindungi kepentingan klub di seluruh dunia.
Prosedur Klaim Kompensasi ke FIFA
Meski terlihat menguntungkan, klub tidak otomatis mendapatkan uang kompensasi. Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui:
- Klub wajib melaporkan cedera pemain ke FIFA
- Dokumen medis lengkap harus disertakan, termasuk diagnosis dan estimasi pemulihan
- FIFA bersama pihak asuransi melakukan verifikasi
- Kompensasi dihitung jika pemain absen lebih dari 28 hari
- Pembayaran dilakukan setelah semua dokumen dinyatakan valid
Proses ini memastikan bahwa klaim yang diajukan benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mengapa Program Ini Penting?
Dalam sepak bola modern, klub memegang tanggung jawab penuh terhadap gaji pemain sepanjang musim.
Namun, ketika pemain dipanggil ke tim nasional, risiko cedera meningkat tanpa kendali klub.
Melalui program ini, FIFA mencoba menciptakan keseimbangan antara kepentingan klub dan tim nasional.
Kasus Cedera Pemain: Klub Bisa Klaim
Jika seorang pemain seperti Zijlstra mengalami cedera serius saat memperkuat tim nasional dan harus menepi lama, maka secara teori klubnya dapat mengajukan klaim kompensasi ke FIFA.
Namun, pencairan dana tetap bergantung pada:
- Durasi cedera
- Validitas laporan medis
- Hasil verifikasi FIFA
Kesimpulan
Program FIFA Club Protection Programme menjadi bukti bahwa sepak bola global semakin profesional dan terstruktur.
Klub kini tidak sepenuhnya menanggung risiko ketika pemain mereka cedera saat membela negara.
Dengan adanya skema ini, keseimbangan antara kepentingan klub dan tim nasional bisa tetap terjaga.

