SulawesiPos.com – Kabar kurang menggembirakan kembali menghampiri PSM Makassar.
Klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu dilaporkan kembali menerima sanksi dari FIFA, memicu reaksi keras dari kelompok suporter setianya, Red Gank.
Para suporter menilai kondisi ini sebagai sinyal kuat adanya persoalan serius dalam tata kelola klub.
Mereka pun mendesak pemilik dan jajaran manajemen untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.
Koordinator Red Gank, Muh. Al Fajri, menegaskan bahwa perubahan struktural tidak bisa lagi ditunda.
“Pemilik harus berani melakukan evaluasi besar dan perombakan manajemen di akhir musim,” tegasnya.
Nama PSM Muncul Dua Kali di Daftar Sanksi FIFA
Berdasarkan data terbaru di situs resmi FIFA, nama PSM Makassar tercatat muncul dua kali dalam daftar sanksi.
Hal ini mengindikasikan adanya lebih dari satu kasus sengketa yang belum terselesaikan.
Situasi ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat sanksi FIFA dapat berdampak langsung terhadap aktivitas transfer pemain hingga citra klub di level internasional.
Struktur Manajemen PSM Jadi Sorotan
Di tengah polemik tersebut, publik kembali menyoroti struktur manajemen klub.
Saat ini, Aksa Mahmud diketahui sebagai pemilik klub, sementara posisi Direktur Utama dipegang oleh Sadikin Aksa.
Dalam perkembangan terbaru, Sadikin Aksa juga sempat dipercaya menjabat sebagai bagian dari direksi PT Liga Indonesia Baru, yang menunjukkan perannya cukup strategis di sepak bola nasional.
Perubahan Pelatih dan Kondisi Tim
Dari sisi teknis, PSM juga mengalami perubahan penting menjelang musim 2025/2026.
Klub menunjuk Tomas Trucha sebagai pelatih baru menggantikan Bernardo Tavares.
Pergantian ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi performa tim yang tengah berupaya bangkit.
Selain itu, komposisi pemain asing disebut telah lengkap untuk menghadapi musim baru, sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing tim di kompetisi domestik.
Desakan Transparansi dan Reformasi
Gelombang kritik dari suporter menjadi alarm keras bagi manajemen.
Red Gank menilai transparansi dan profesionalisme harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin sanksi dari FIFA akan terus berlanjut dan berdampak lebih besar bagi masa depan PSM Makassar.

