PSM Makassar Kena Lagi Sanksi FIFA! Juku Eja Dilarang Daftarkan Pemain Baru Selama 3 Periode Transfer

SulawesiPos.com – Klub kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar, resmi masuk dalam daftar larangan pendaftaran pemain (registration ban) yang dirilis oleh FIFA.

Dalam daftar tersebut, PSM tercatat tidak diperbolehkan mendaftarkan pemain baru selama tiga periode jendela transfer.

Sanksi tersebut tercantum dalam sistem FIFA Registration Ban List, yang menunjukkan bahwa klub dari Indonesia tersebut terkena pembatasan administrasi terkait proses transfer pemain.

PSM Masuk Daftar Sanksi FIFA

Berdasarkan data pada sistem resmi FIFA, PSM Makassar tercatat mendapatkan sanksi pada dua tanggal berbeda, yakni 9 Maret 2026 dan 20 Maret 2026.

Dalam daftar itu juga tercantum bahwa sanksi berlaku untuk tim pria di bawah federasi sepak bola Indonesia yang berada di konfederasi Asian Football Confederation.

Durasi hukuman yang diberikan adalah tiga periode pendaftaran pemain, yang berarti klub tidak dapat menambah pemain baru selama jendela transfer yang ditentukan.

Apa Itu Registration Ban FIFA?

Registration ban merupakan sanksi yang diberikan FIFA kepada klub yang melanggar regulasi tertentu, biasanya berkaitan dengan:

  • Sengketa kontrak pemain
  • Tunggakan pembayaran gaji
  • Perselisihan transfer pemain
  • Keputusan dari badan penyelesaian sengketa FIFA
BACA JUGA: 
Borneo FC vs PSM Makassar: Misi Bangkit Dua Tim di Pekan ke-16 Super League

Selama masa hukuman berlangsung, klub tidak diizinkan untuk mendaftarkan pemain baru, baik dari transfer domestik maupun internasional.

Namun demikian, klub masih diperbolehkan berkompetisi dalam liga atau turnamen yang sedang berjalan.

Sanksi Bisa Dicabut Jika Masalah Diselesaikan

Sanksi dari FIFA bersifat administratif dan dapat dicabut lebih cepat jika klub menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab hukuman tersebut.

Jika kewajiban yang diminta FIFA telah dipenuhi, maka klub dapat kembali melakukan aktivitas transfer seperti biasa.

Bagi PSM Makassar, penyelesaian kasus ini tentu menjadi penting agar aktivitas perekrutan pemain tidak terganggu dalam menghadapi kompetisi domestik maupun regional.

Tantangan bagi PSM Makassar di Kompetisi

Sebagai salah satu klub besar di Indonesia, PSM Makassar memiliki basis pendukung yang besar dan sejarah panjang di sepak bola nasional.

Dengan adanya sanksi ini, manajemen klub diharapkan dapat segera mencari solusi agar dampak terhadap performa tim di kompetisi dapat diminimalisir.

Para suporter Juku Eja juga berharap permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga klub kebanggaan mereka bisa kembali aktif di bursa transfer.

BACA JUGA: 
Bos FIFA dan UEFA Digugat ke ICC, Infantino–Ceferin Dituding Terkait Isu Palestina

SulawesiPos.com – Klub kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar, resmi masuk dalam daftar larangan pendaftaran pemain (registration ban) yang dirilis oleh FIFA.

Dalam daftar tersebut, PSM tercatat tidak diperbolehkan mendaftarkan pemain baru selama tiga periode jendela transfer.

Sanksi tersebut tercantum dalam sistem FIFA Registration Ban List, yang menunjukkan bahwa klub dari Indonesia tersebut terkena pembatasan administrasi terkait proses transfer pemain.

PSM Masuk Daftar Sanksi FIFA

Berdasarkan data pada sistem resmi FIFA, PSM Makassar tercatat mendapatkan sanksi pada dua tanggal berbeda, yakni 9 Maret 2026 dan 20 Maret 2026.

Dalam daftar itu juga tercantum bahwa sanksi berlaku untuk tim pria di bawah federasi sepak bola Indonesia yang berada di konfederasi Asian Football Confederation.

Durasi hukuman yang diberikan adalah tiga periode pendaftaran pemain, yang berarti klub tidak dapat menambah pemain baru selama jendela transfer yang ditentukan.

Apa Itu Registration Ban FIFA?

Registration ban merupakan sanksi yang diberikan FIFA kepada klub yang melanggar regulasi tertentu, biasanya berkaitan dengan:

  • Sengketa kontrak pemain
  • Tunggakan pembayaran gaji
  • Perselisihan transfer pemain
  • Keputusan dari badan penyelesaian sengketa FIFA
BACA JUGA: 
Progres Pembangunan Stadion Sudiang Terbaru, Pematangan Lahan dan Infrastruktur Terus Dikebut

Selama masa hukuman berlangsung, klub tidak diizinkan untuk mendaftarkan pemain baru, baik dari transfer domestik maupun internasional.

Namun demikian, klub masih diperbolehkan berkompetisi dalam liga atau turnamen yang sedang berjalan.

Sanksi Bisa Dicabut Jika Masalah Diselesaikan

Sanksi dari FIFA bersifat administratif dan dapat dicabut lebih cepat jika klub menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab hukuman tersebut.

Jika kewajiban yang diminta FIFA telah dipenuhi, maka klub dapat kembali melakukan aktivitas transfer seperti biasa.

Bagi PSM Makassar, penyelesaian kasus ini tentu menjadi penting agar aktivitas perekrutan pemain tidak terganggu dalam menghadapi kompetisi domestik maupun regional.

Tantangan bagi PSM Makassar di Kompetisi

Sebagai salah satu klub besar di Indonesia, PSM Makassar memiliki basis pendukung yang besar dan sejarah panjang di sepak bola nasional.

Dengan adanya sanksi ini, manajemen klub diharapkan dapat segera mencari solusi agar dampak terhadap performa tim di kompetisi dapat diminimalisir.

Para suporter Juku Eja juga berharap permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga klub kebanggaan mereka bisa kembali aktif di bursa transfer.

BACA JUGA: 
Luka Cumic Mulai Adaptasi di GBH, PSM Makassar Kirim Sinyal Perubahan Lini Serang

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru