PSM Makassar Didenda Rp150 Juta Usai Suporter Turun ke Lapangan Saat Lawan Persita, Ini Rincian Sanksinya

SulawesiPos.com – Klub PSM Makassar dijatuhi sanksi denda total Rp150 juta setelah terjadi sejumlah pelanggaran disiplin pada pertandingan melawan Persita Tangerang dalam kompetisi BRI Super League musim 2025/2026.

Pertandingan yang berlangsung pada 2 Maret 2026 di Stadion Gelora B. J. Habibie itu berakhir dengan kekalahan PSM Makassar 2-4 dari Persita Tangerang.

Namun setelah laga selesai, terjadi sejumlah insiden yang melibatkan suporter PSM Makassar sehingga melanggar Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kode Disiplin Tahun 2025.

Suporter Turun ke Lapangan

Salah satu pelanggaran yang tercatat adalah masuknya sekitar 100 suporter PSM Makassar ke area lapangan pertandingan dari Tribun Selatan setelah pertandingan berakhir.

Baca Juga: 
PSM Makassar Tumbang 2-4 dari Persita, Suporter Turun ke Pinggir Lapangan Stadion BJ Habibie

Berdasarkan hasil sidang Komisi Disiplin, kejadian tersebut dinilai melanggar regulasi keamanan pertandingan dan klub dijatuhi denda Rp60 juta.

Flare dan Pembakaran Spanduk

Selain itu, terdapat insiden penyalaan dua flare serta pembakaran spanduk di area lapangan pertandingan yang juga dilakukan setelah pertandingan selesai.

Aksi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan di stadion sehingga PSM Makassar kembali dikenakan denda Rp60 juta.

Lempar Botol Air ke Area Bench

Insiden lain yang terjadi adalah pelemparan air minum kemasan oleh suporter PSM Makassar ke arah belakang bangku cadangan tim PSM.

Peristiwa tersebut juga diperkuat dengan bukti-bukti dalam laporan pertandingan sehingga Komdis PSSI menjatuhkan denda tambahan sebesar Rp30 juta.

Total Denda Capai Rp150 Juta

Dengan tiga pelanggaran tersebut, total sanksi yang harus dibayar oleh PSM Makassar mencapai Rp150 juta.

Baca Juga: 
Tren Buruk Berlanjut! PSM Tumbang 2-4 dari Persita, Suporter Turun ke Lapangan

Komisi Disiplin PSSI menegaskan bahwa sanksi ini diberikan untuk menjaga ketertiban serta keamanan pertandingan sepak bola nasional.

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh klub dan suporter agar menjaga kondusivitas pertandingan demi kelancaran kompetisi sepak bola Indonesia.

SulawesiPos.com – Klub PSM Makassar dijatuhi sanksi denda total Rp150 juta setelah terjadi sejumlah pelanggaran disiplin pada pertandingan melawan Persita Tangerang dalam kompetisi BRI Super League musim 2025/2026.

Pertandingan yang berlangsung pada 2 Maret 2026 di Stadion Gelora B. J. Habibie itu berakhir dengan kekalahan PSM Makassar 2-4 dari Persita Tangerang.

Namun setelah laga selesai, terjadi sejumlah insiden yang melibatkan suporter PSM Makassar sehingga melanggar Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kode Disiplin Tahun 2025.

Suporter Turun ke Lapangan

Salah satu pelanggaran yang tercatat adalah masuknya sekitar 100 suporter PSM Makassar ke area lapangan pertandingan dari Tribun Selatan setelah pertandingan berakhir.

Baca Juga: 
PSM Makassar Tumbang 2-4 dari Persita, Suporter Turun ke Pinggir Lapangan Stadion BJ Habibie

Berdasarkan hasil sidang Komisi Disiplin, kejadian tersebut dinilai melanggar regulasi keamanan pertandingan dan klub dijatuhi denda Rp60 juta.

Flare dan Pembakaran Spanduk

Selain itu, terdapat insiden penyalaan dua flare serta pembakaran spanduk di area lapangan pertandingan yang juga dilakukan setelah pertandingan selesai.

Aksi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan di stadion sehingga PSM Makassar kembali dikenakan denda Rp60 juta.

Lempar Botol Air ke Area Bench

Insiden lain yang terjadi adalah pelemparan air minum kemasan oleh suporter PSM Makassar ke arah belakang bangku cadangan tim PSM.

Peristiwa tersebut juga diperkuat dengan bukti-bukti dalam laporan pertandingan sehingga Komdis PSSI menjatuhkan denda tambahan sebesar Rp30 juta.

Total Denda Capai Rp150 Juta

Dengan tiga pelanggaran tersebut, total sanksi yang harus dibayar oleh PSM Makassar mencapai Rp150 juta.

Baca Juga: 
Tren Buruk Berlanjut! PSM Tumbang 2-4 dari Persita, Suporter Turun ke Lapangan

Komisi Disiplin PSSI menegaskan bahwa sanksi ini diberikan untuk menjaga ketertiban serta keamanan pertandingan sepak bola nasional.

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh klub dan suporter agar menjaga kondusivitas pertandingan demi kelancaran kompetisi sepak bola Indonesia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru