26 C
Makassar
25 February 2026, 19:58 PM WITA

Reuni Sarat Emosi di GBT: Yuran Fernandes vs Bernardo Tavares, Duel Loyalitas di Laga Persebaya vs PSM

SulawesiPos.com, Surabaya – Pertandingan panas BRI Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya dan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026) malam, menghadirkan kisah emosional yang jarang terjadi di sepak bola Indonesia.

Sorotan utama tertuju pada pertemuan kembali bek tangguh Yuran Fernandes dengan mantan pelatihnya, Bernardo Tavares, yang kini menukangi tim tuan rumah.

Laga ini bukan sekadar perebutan poin krusial, tetapi juga panggung profesionalisme antara dua sosok yang pernah menorehkan sejarah bersama di Makassar.

Jejak Kesuksesan yang Mengikat

Bagi Yuran, Tavares merupakan figur penting dalam perjalanan kariernya di Indonesia.

Di bawah arahan pelatih Portugal tersebut, PSM mencapai puncak prestasi dengan menjuarai Liga 1 musim 2022/2023 sekaligus mengakhiri penantian panjang selama lebih dari dua dekade.

Bek berusia 31 tahun itu mengakui kontribusi besar mantan mentornya terhadap perkembangan klub dan para pemain muda Juku Eja.

Ia menyebut pendekatan disiplin dan keberanian Tavares memberi kesempatan kepada talenta muda menjadi kunci transformasi PSM menjadi tim elite nasional.

Pertemuan Personal Berbalut Profesionalisme

Kedekatan personal tidak membuat Yuran lengah.

Ia menegaskan bahwa hubungan baik di luar lapangan tidak akan memengaruhi duel selama 90 menit di GBT.

Ia sadar betul sang pelatih memahami karakter dan kelemahannya, begitu pula sebaliknya.

Di sisi lain, Tavares juga menyampaikan perasaan serupa.

Meski menganggap PSM sebagai keluarga setelah 3,5 musim bersama, ia menekankan komitmennya untuk memberikan performa maksimal bagi Persebaya.

Pelatih berusia 45 tahun itu tercatat menangani PSM sejak April 2022 hingga Oktober 2025 sebelum hijrah ke Surabaya pada Januari 2026. S

Selama periode tersebut, ia memimpin 129 pertandingan dengan catatan 55 kemenangan, 44 imbang, dan 30 kekalahan.

Misi Kebangkitan Persebaya

Pertandingan ini memiliki arti penting bagi Persebaya yang sedang mengejar posisi empat besar klasemen.

Dua kekalahan beruntun sebelumnya membuat Bajul Ijo berada dalam tekanan untuk bangkit di kandang sendiri.

Tavares diyakini akan menerapkan transisi cepat dan tekanan tinggi yang mulai terlihat dalam beberapa laga awalnya bersama Green Force.

Namun, skema tersebut harus berhadapan dengan organisasi pertahanan PSM yang dikomandoi Yuran.

Duel Taktik: Agresivitas vs Disiplin

Secara taktik, laga diprediksi menjadi pertarungan gaya bermain.

Persebaya mencoba mendominasi dengan intensitas tinggi dan progresi cepat ke depan, sementara PSM mengandalkan struktur pertahanan solid dan serangan balik efektif.

Yuran bertekad menjadi benteng terakhir yang menggagalkan ide-ide mantan pelatihnya.

Sebaliknya, Tavares tentu memahami bagaimana mengeksploitasi ruang di lini belakang yang pernah ia latih.

Reuni yang Tak Terelakkan

Pertemuan ini memperlihatkan sisi lain sepak bola profesional: hubungan emosional yang harus dikesampingkan demi kepentingan tim.

Baik Yuran maupun Tavares sepakat bahwa persahabatan akan kembali setelah peluit akhir, tetapi selama pertandingan mereka berdiri di kubu berseberangan.

Laga di Gelora Bung Tomo malam ini pun bukan hanya tentang tiga poin, melainkan cerita tentang loyalitas, kenangan juara, dan tekad membuktikan diri di hadapan masa lalu.

SulawesiPos.com, Surabaya – Pertandingan panas BRI Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya dan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026) malam, menghadirkan kisah emosional yang jarang terjadi di sepak bola Indonesia.

Sorotan utama tertuju pada pertemuan kembali bek tangguh Yuran Fernandes dengan mantan pelatihnya, Bernardo Tavares, yang kini menukangi tim tuan rumah.

Laga ini bukan sekadar perebutan poin krusial, tetapi juga panggung profesionalisme antara dua sosok yang pernah menorehkan sejarah bersama di Makassar.

Jejak Kesuksesan yang Mengikat

Bagi Yuran, Tavares merupakan figur penting dalam perjalanan kariernya di Indonesia.

Di bawah arahan pelatih Portugal tersebut, PSM mencapai puncak prestasi dengan menjuarai Liga 1 musim 2022/2023 sekaligus mengakhiri penantian panjang selama lebih dari dua dekade.

Bek berusia 31 tahun itu mengakui kontribusi besar mantan mentornya terhadap perkembangan klub dan para pemain muda Juku Eja.

Ia menyebut pendekatan disiplin dan keberanian Tavares memberi kesempatan kepada talenta muda menjadi kunci transformasi PSM menjadi tim elite nasional.

Pertemuan Personal Berbalut Profesionalisme

Kedekatan personal tidak membuat Yuran lengah.

Ia menegaskan bahwa hubungan baik di luar lapangan tidak akan memengaruhi duel selama 90 menit di GBT.

Ia sadar betul sang pelatih memahami karakter dan kelemahannya, begitu pula sebaliknya.

Di sisi lain, Tavares juga menyampaikan perasaan serupa.

Meski menganggap PSM sebagai keluarga setelah 3,5 musim bersama, ia menekankan komitmennya untuk memberikan performa maksimal bagi Persebaya.

Pelatih berusia 45 tahun itu tercatat menangani PSM sejak April 2022 hingga Oktober 2025 sebelum hijrah ke Surabaya pada Januari 2026. S

Selama periode tersebut, ia memimpin 129 pertandingan dengan catatan 55 kemenangan, 44 imbang, dan 30 kekalahan.

Misi Kebangkitan Persebaya

Pertandingan ini memiliki arti penting bagi Persebaya yang sedang mengejar posisi empat besar klasemen.

Dua kekalahan beruntun sebelumnya membuat Bajul Ijo berada dalam tekanan untuk bangkit di kandang sendiri.

Tavares diyakini akan menerapkan transisi cepat dan tekanan tinggi yang mulai terlihat dalam beberapa laga awalnya bersama Green Force.

Namun, skema tersebut harus berhadapan dengan organisasi pertahanan PSM yang dikomandoi Yuran.

Duel Taktik: Agresivitas vs Disiplin

Secara taktik, laga diprediksi menjadi pertarungan gaya bermain.

Persebaya mencoba mendominasi dengan intensitas tinggi dan progresi cepat ke depan, sementara PSM mengandalkan struktur pertahanan solid dan serangan balik efektif.

Yuran bertekad menjadi benteng terakhir yang menggagalkan ide-ide mantan pelatihnya.

Sebaliknya, Tavares tentu memahami bagaimana mengeksploitasi ruang di lini belakang yang pernah ia latih.

Reuni yang Tak Terelakkan

Pertemuan ini memperlihatkan sisi lain sepak bola profesional: hubungan emosional yang harus dikesampingkan demi kepentingan tim.

Baik Yuran maupun Tavares sepakat bahwa persahabatan akan kembali setelah peluit akhir, tetapi selama pertandingan mereka berdiri di kubu berseberangan.

Laga di Gelora Bung Tomo malam ini pun bukan hanya tentang tiga poin, melainkan cerita tentang loyalitas, kenangan juara, dan tekad membuktikan diri di hadapan masa lalu.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/