SulawesiPos.com — Paris Saint-Germain tampil perkasa saat menjamu Metz dalam lanjutan Ligue 1.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Les Parisiens menang meyakinkan dengan skor 3-0.
Tuan rumah langsung tancap gas sejak peluit awal dibunyikan.
Tekanan tinggi dan penguasaan bola rapi membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan.
Gol pembuka tercipta sangat cepat.
Pada menit ke-3, Désiré Doué sukses mencatatkan namanya di papan skor usai memanfaatkan umpan matang dari Warren Zaïre-Emery.
Skor berubah 1-0 dan membuat PSG semakin percaya diri.
Metz mencoba keluar dari tekanan, namun solidnya lini belakang PSG membuat setiap peluang mampu diredam dengan baik.
Barcola Gandakan Keunggulan di Pengujung Babak Pertama
Menjelang turun minum, PSG kembali menghukum pertahanan Metz.
Bradley Barcola mencetak gol kedua pada masa injury time babak pertama setelah menerima suplai bola dari Gonçalo Ramos.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi tim tamu karena tercipta tepat sebelum jeda. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 2-0 untuk PSG.
Sepanjang 45 menit awal, dominasi penguasaan bola dan efektivitas serangan sepenuhnya milik tim ibu kota.
Ramos Sempurnakan Kemenangan
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tetap berada di bawah kendali PSG.
Sejumlah pergantian pemain dilakukan kedua tim untuk menjaga intensitas permainan.
Gol ketiga akhirnya lahir pada menit ke-77.
Gonçalo Ramos mencatatkan namanya sebagai pencetak gol setelah menerima umpan dari Lucas Hernandez.
Penyelesaian mematikan penyerang Portugal memastikan kemenangan telak 3-0 bagi PSG.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan tercipta.
PSG sukses menjaga keunggulan tanpa kebobolan.
Statistik Singkat Pertandingan
- Skor akhir: PSG 3-0 Metz
- Pencetak gol PSG: Doué (3’), Barcola (45+3’), Ramos (77’)
- PSG tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan peluang
Klasemen Ligue 1
Kemenangan ini semakin memperkuat posisi PSG di papan atas klasemen Ligue 1.
Tambahan tiga poin membuat mereka terus menjaga jarak dari para pesaing terdekat.
Sementara itu, Metz harus semakin terbenam di papan bawah.

