SulawesiPos.com, jakarta – Pertandingan sengit yang mempertemukan dua raksasa Liga 1, Persija Jakarta dan PSM Makassar, di Jakarta International Stadium (JIS) diwarnai oleh kejadian tak terduga.
Teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang seharusnya menjadi pemandu keadilan di lapangan dilaporkan tidak dapat dioperasikan karena kendala teknis.
Kendala Teknis VAR di Laga Krusial
Menurut informasi, sistem VAR mengalami gangguan sesaat sebelum atau selama pertandingan berlangsung.
Hal ini memaksa wasit dan perangkat pertandingan untuk memimpin laga secara manual sepenuhnya, tanpa bantuan tayangan ulang instan.
Absennya VAR di stadion sekelas JIS tentu menjadi sorotan tajam para pecinta sepak bola tanah air.
Banyak pihak menyayangkan kendala ini terjadi di laga krusial yang melibatkan tim papan atas.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai detail kerusakan teknis pada sistem tersebut.
Persija Melesat, PSM Pulang Tanpa Poin
Meski tanpa dukungan VAR, tensi pertandingan tetap tinggi dengan duel fisik dan taktik yang ketat.
Persija Jakarta akhirnya berhasil mengamankan tiga poin penuh setelah menundukkan tamunya, PSM Makassar.
Kemenangan ini membawa skuad “Macan Kemayoran” melesat ke peringkat ke-2 klasemen sementara dengan raihan 47 poin, menempel ketat Persib Bandung di posisi puncak.
Sebaliknya, PSM Makassar harus pulang dengan tangan hampa dan terpaksa melakukan evaluasi besar-besaran.
Analisis Posisi PSM Makassar: Terjebak di Peringkat 13
Kekalahan ini memperpanjang catatan kurang memuaskan bagi tim berjuluk Juku Eja. Saat ini, PSM Makassar masih tertahan di papan bawah, tepatnya di peringkat ke-13.
Statistik Performa PSM Makassar hingga Pekan ke-22:
-
Main: 22 Laga
-
Menang: 5 Kali
-
Seri: 8 Kali
-
Kalah: 9 Kali
-
Total Poin: 23 Poin
-
Produktivitas Gol: 24 Gol Memasukkan vs 26 Gol Kemasukan (Selisih Gol -2)
PSM Makassar memiliki catatan hasil imbang yang cukup tinggi, yakni 8 kali, yang menunjukkan kesulitan tim dalam mengunci kemenangan di laga-laga krusial.
Dengan selisih gol negatif (-2), sektor pertahanan dan efektivitas lini depan menjadi area utama yang perlu segera dibenahi untuk menjauh dari zona degradasi.

