Gelandang PSM Jadi Target Pesan Bernada Rasis, Manajemen Minta Aparat Telusuri Pelaku

SulawesiPos.com, Makassar – Atmosfer panas rivalitas sepak bola kembali ternoda aksi tak terpuji di media sosial.

Pemain asing milik PSM Makassar, Gledson Paixão, dilaporkan menerima pesan bernada rasis melalui direct message (DM) di akun pribadinya usai pertandingan kontra Persija Jakarta.

Tangkapan layar yang beredar memperlihatkan adanya komentar bernada penghinaan dan pelecehan rasial dari akun tak dikenal.

Isi pesan tersebut memicu kecaman luas dari suporter dan warganet yang menilai tindakan tersebut mencederai nilai sportivitas.

Manajemen PSM menegaskan bahwa tindakan diskriminatif dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi.

Klub berjuluk Juku Eja itu menyebut sepak bola adalah ruang inklusif yang menjunjung tinggi persaudaraan tanpa membedakan latar belakang ras, warna kulit, maupun kebangsaan.

“Perbedaan adalah bagian dari kekuatan sepak bola. Kritik terhadap performa pemain itu wajar, tetapi menyerang identitas pribadi dengan ujaran kebencian adalah pelanggaran moral dan hukum,” demikian pernyataan resmi klub.

Kasus ini pun memicu gelombang solidaritas dengan tagar anti-rasisme yang ramai digaungkan di berbagai platform digital.

BACA JUGA: 
PSM Makassar Bangga! Victor Dethan Dipanggil Timnas Indonesia, Sheriddin Boboev Perkuat Tajikistan

Banyak pihak meminta federasi dan operator liga untuk mengambil langkah tegas guna mencegah kejadian serupa terulang.

Rivalitas antara PSM dan Persija memang dikenal panas di atas lapangan.

Namun, para pengamat mengingatkan bahwa persaingan tidak boleh berkembang menjadi kebencian personal, apalagi menyentuh isu sensitif seperti ras dan etnis.

Sepak bola Indonesia terus berupaya membangun citra positif di mata internasional.

Insiden seperti ini dinilai menjadi pengingat pentingnya edukasi suporter serta pengawasan terhadap perilaku di ruang digital.

SulawesiPos.com, Makassar – Atmosfer panas rivalitas sepak bola kembali ternoda aksi tak terpuji di media sosial.

Pemain asing milik PSM Makassar, Gledson Paixão, dilaporkan menerima pesan bernada rasis melalui direct message (DM) di akun pribadinya usai pertandingan kontra Persija Jakarta.

Tangkapan layar yang beredar memperlihatkan adanya komentar bernada penghinaan dan pelecehan rasial dari akun tak dikenal.

Isi pesan tersebut memicu kecaman luas dari suporter dan warganet yang menilai tindakan tersebut mencederai nilai sportivitas.

Manajemen PSM menegaskan bahwa tindakan diskriminatif dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi.

Klub berjuluk Juku Eja itu menyebut sepak bola adalah ruang inklusif yang menjunjung tinggi persaudaraan tanpa membedakan latar belakang ras, warna kulit, maupun kebangsaan.

“Perbedaan adalah bagian dari kekuatan sepak bola. Kritik terhadap performa pemain itu wajar, tetapi menyerang identitas pribadi dengan ujaran kebencian adalah pelanggaran moral dan hukum,” demikian pernyataan resmi klub.

Kasus ini pun memicu gelombang solidaritas dengan tagar anti-rasisme yang ramai digaungkan di berbagai platform digital.

BACA JUGA: 
Terungkap! Alasan Sebenarnya PSM Makassar Tak Bisa Daftarkan Pemain Baru

Banyak pihak meminta federasi dan operator liga untuk mengambil langkah tegas guna mencegah kejadian serupa terulang.

Rivalitas antara PSM dan Persija memang dikenal panas di atas lapangan.

Namun, para pengamat mengingatkan bahwa persaingan tidak boleh berkembang menjadi kebencian personal, apalagi menyentuh isu sensitif seperti ras dan etnis.

Sepak bola Indonesia terus berupaya membangun citra positif di mata internasional.

Insiden seperti ini dinilai menjadi pengingat pentingnya edukasi suporter serta pengawasan terhadap perilaku di ruang digital.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru