SulawesiPos.com, Bandung – Pertandingan antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) berbuntut panjang.
Laga yang seharusnya menjadi ajang persaingan sportif di kompetisi Asia justru diwarnai insiden yang memicu sorotan publik dan berpotensi berujung sanksi dari AFC.
Kericuhan dilaporkan terjadi setelah peluit akhir dibunyikan.
Sejumlah suporter memasuki area lapangan dan terjadi aksi pelemparan benda ke arah pemain serta ofisial tim tamu.
Situasi semakin memanas di sekitar lorong menuju ruang ganti, memaksa aparat keamanan dan panitia pelaksana bekerja ekstra untuk mengamankan kondisi.
Pengakuan Pemain Ratchaburi
Salah satu pemain Ratchaburi, Tae Jaroensak, melalui unggahan media sosialnya menyampaikan bahwa seluruh anggota tim dalam keadaan selamat.
Namun ia mengungkap adanya pelemparan batu, botol air, hingga benda lain saat sesi pemanasan berlangsung.
Menurutnya, insiden tersebut menciptakan ketegangan dan rasa tidak aman, meski pada akhirnya tim berhasil meninggalkan stadion tanpa korban serius.
Pernyataan tersebut langsung menyebar luas dan memantik reaksi warganet, baik dari Indonesia maupun Thailand.
Dugaan Kekerasan terhadap Fotografer
Tak hanya pemain, seorang fotografer yang bertugas di sisi lapangan juga disebut menjadi korban tindakan tidak terpuji.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat keributan di area pinggir lapangan yang melibatkan sejumlah orang.
Peristiwa ini memperkuat kekhawatiran tentang aspek keamanan dalam pertandingan berskala internasional.

Aksi tersebut menuai kecaman karena dinilai mencoreng citra sepak bola nasional, terlebih pertandingan berada dalam pengawasan regulasi kompetisi Asia.
Ancaman Denda dan Sanksi Berat
Berdasarkan regulasi kompetisi klub Asia, tuan rumah bertanggung jawab penuh atas keamanan pertandingan.
Jika terbukti terjadi pelanggaran serius, AFC dapat menjatuhkan berbagai hukuman, mulai dari denda finansial, larangan penonton, hingga sanksi pertandingan tanpa suporter.
Potensi hukuman ini menjadi perhatian serius bagi manajemen Persib.
Selain berdampak pada reputasi klub, sanksi juga bisa memengaruhi langkah tim di kompetisi internasional ke depan.
Evaluasi dan Tanggung Jawab
Manajemen klub dan pihak penyelenggara diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh.
Keamanan pertandingan, terutama dalam laga internasional, menjadi aspek krusial yang tak bisa ditawar.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa atmosfer fanatisme harus tetap berada dalam koridor sportivitas.
Dukungan penuh semestinya menjadi energi positif bagi tim, bukan justru menimbulkan konsekuensi yang merugikan.
Publik kini menanti langkah resmi dari AFC serta respons konkret dari Persib untuk memastikan kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.

