Skandal di UCL: Gianluca Prestianni Diduga Hina Vinicius Jr, Mbappe & Valverde Angkat Bicara!

SulawesiPos.com, Lisbon – Kompetisi kasta tertinggi Eropa, UEFA Champions League (UCL), kembali ternoda oleh insiden yang mencederai nilai kemanusiaan.

Dalam laga panas antara Benfica dan Real Madrid, sorotan kamera tidak lagi tertuju pada papan skor, melainkan pada gestur kontroversial pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, yang diduga melontarkan hinaan rasial kepada Vinicius Júnior.

Kronologi: Gol, Provokasi, dan Protokol Anti-Rasisme

Pertandingan yang semula berjalan ketat berubah menjadi tegang pada menit ke-50.

Pasca Vinicius Jr mencetak gol pembuka bagi Los Blancos, selebrasi sang bintang Brasil justru disambut dengan kartu kuning oleh wasit dan cemoohan dari tribun.

Namun, eskalasi konflik sebenarnya terjadi di atas lapangan.

Rekaman amatir dan tangkapan layar menunjukkan Pemain Benfica, Prestianni (nomor punggung 25) menarik jersey untuk menutupi mulutnya sebuah gestur yang kini dicurigai sebagai upaya menyembunyikan kata-kata kasar dari pembaca gerak bibir (lip-reader).

Wasit sempat menghentikan laga pada menit ke-51 untuk mengaktifkan protokol anti-rasisme UEFA setelah Vinicius melaporkan adanya serangan verbal yang berulang.

BACA JUGA: 
Chelsea vs PSG: Head to Head, Prediksi Line-up, dan Siaran Langsung Liga Champions

Mbappe & Valverde: Saksi Kunci di Garis Depan

Dua pilar Real Madrid, Kylian Mbappe dan Federico Valverde, memberikan kesaksian yang sangat vokal dalam sesi wawancara pasca-pertandingan.

Keduanya mengonfirmasi bahwa mereka mendengar dengan jelas kata-kata yang dilontarkan pemain asal Argentina tersebut.

“Dia memanggil Vini dengan sebutan ‘mnyet’ sebanyak lima kali! Anak muda ini (Prestianni) sudah tidak pantas lagi bermain di Liga Champions,”* tegas Kylian Mbappe dengan nada berang.

Senada dengan Mbappe, Kapten Real Madrid, Fede Valverde menyoroti perilaku pengecut Prestianni yang mencoba bersembunyi di balik seragamnya.

“Ketika kamu menutupi mulutmu untuk mengatakan sesuatu, jelas itu adalah sesuatu yang sangat buruk. Seluruh pemain kami yang berada di dekatnya mendengarnya. Ini memalukan,” ujar gelandang Uruguay tersebut.

Ancaman Sanksi Berat dari UEFA

Kasus ini kini sepenuhnya berada di bawah pengawasan komite disiplin UEFA.

Berdasarkan regulasi ketat mengenai diskriminasi, jika terbukti bersalah, Gianluca Prestianni terancam hukuman larangan bertanding dalam jangka waktu lama serta denda yang signifikan bagi pihak klub.

BACA JUGA: 
Misi Mustahil di Stamford Bridge: Sanggupkah Chelsea Runtuhkan Tembok Mental Sang Juara Bertahan?

Pihak Real Madrid dikabarkan tengah mengumpulkan bukti rekaman kamera dengan sudut pandang terbaik untuk memastikan tidak ada celah bagi pelaku rasisme di sepak bola modern.

Dunia kini menanti keberanian UEFA dalam mengambil tindakan tegas: apakah ini akan menjadi momentum titik balik, atau sekadar formalitas belaka?

SulawesiPos.com, Lisbon – Kompetisi kasta tertinggi Eropa, UEFA Champions League (UCL), kembali ternoda oleh insiden yang mencederai nilai kemanusiaan.

Dalam laga panas antara Benfica dan Real Madrid, sorotan kamera tidak lagi tertuju pada papan skor, melainkan pada gestur kontroversial pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, yang diduga melontarkan hinaan rasial kepada Vinicius Júnior.

Kronologi: Gol, Provokasi, dan Protokol Anti-Rasisme

Pertandingan yang semula berjalan ketat berubah menjadi tegang pada menit ke-50.

Pasca Vinicius Jr mencetak gol pembuka bagi Los Blancos, selebrasi sang bintang Brasil justru disambut dengan kartu kuning oleh wasit dan cemoohan dari tribun.

Namun, eskalasi konflik sebenarnya terjadi di atas lapangan.

Rekaman amatir dan tangkapan layar menunjukkan Pemain Benfica, Prestianni (nomor punggung 25) menarik jersey untuk menutupi mulutnya sebuah gestur yang kini dicurigai sebagai upaya menyembunyikan kata-kata kasar dari pembaca gerak bibir (lip-reader).

Wasit sempat menghentikan laga pada menit ke-51 untuk mengaktifkan protokol anti-rasisme UEFA setelah Vinicius melaporkan adanya serangan verbal yang berulang.

BACA JUGA: 
16 Besar Liga Champions 2025/2026 Resmi Lengkap! Duel Raksasa Eropa Siap Membara

Mbappe & Valverde: Saksi Kunci di Garis Depan

Dua pilar Real Madrid, Kylian Mbappe dan Federico Valverde, memberikan kesaksian yang sangat vokal dalam sesi wawancara pasca-pertandingan.

Keduanya mengonfirmasi bahwa mereka mendengar dengan jelas kata-kata yang dilontarkan pemain asal Argentina tersebut.

“Dia memanggil Vini dengan sebutan ‘mnyet’ sebanyak lima kali! Anak muda ini (Prestianni) sudah tidak pantas lagi bermain di Liga Champions,”* tegas Kylian Mbappe dengan nada berang.

Senada dengan Mbappe, Kapten Real Madrid, Fede Valverde menyoroti perilaku pengecut Prestianni yang mencoba bersembunyi di balik seragamnya.

“Ketika kamu menutupi mulutmu untuk mengatakan sesuatu, jelas itu adalah sesuatu yang sangat buruk. Seluruh pemain kami yang berada di dekatnya mendengarnya. Ini memalukan,” ujar gelandang Uruguay tersebut.

Ancaman Sanksi Berat dari UEFA

Kasus ini kini sepenuhnya berada di bawah pengawasan komite disiplin UEFA.

Berdasarkan regulasi ketat mengenai diskriminasi, jika terbukti bersalah, Gianluca Prestianni terancam hukuman larangan bertanding dalam jangka waktu lama serta denda yang signifikan bagi pihak klub.

BACA JUGA: 
Barcelona Bangkit dan Hajar Copenhagen 4-1 di Liga Champions

Pihak Real Madrid dikabarkan tengah mengumpulkan bukti rekaman kamera dengan sudut pandang terbaik untuk memastikan tidak ada celah bagi pelaku rasisme di sepak bola modern.

Dunia kini menanti keberanian UEFA dalam mengambil tindakan tegas: apakah ini akan menjadi momentum titik balik, atau sekadar formalitas belaka?

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru