Ia menambahkan bahwa kebanggaan membawa nama Sulawesi Selatan berarti mencerminkan budaya daerah di setiap pertandingan.
Diskusi juga menyentuh konsistensi performa di level profesional.
Pemain menekankan pentingnya mentalitas dan kerja keras.
“Talenta saja tidak cukup. Kalau tidak berlatih setiap hari dan tidak punya mental yang kuat, kamu tidak akan bertahan,” ungkapnya, mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan bakat.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan sponsor Honda yang telah delapan tahun bekerja sama dengan PSM menyebut hubungan keduanya telah seperti keluarga.
“Kami melihat PSM bukan hanya klub, tapi kebanggaan masyarakat. Di situlah nilai yang sama antara Honda dan PSM, ingin selalu dekat dan memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Melalui forum ini, PSM dan Unhas menunjukkan sinergi antara dunia olahraga dan akademik.
Bukan hanya temu sapa biasa, kegiatan ini menjadi ruang refleksi tentang identitas, profesionalisme, serta komitmen menjaga PSM sebagai kebanggaan Sulsel.

