25 C
Makassar
12 February 2026, 7:50 AM WITA

Tottenham Pecat Thomas Frank, Spurs Cari Pelatih Baru di Tengah Ancaman Degradasi

Overview

  • Tottenham Hotspur memecat Thomas Frank pada 11 Februari 2026 setelah tim terpuruk di peringkat ke-16 Liga Inggris, hanya lima poin dari zona degradasi.
  • Spurs belum menunjuk pelatih tetap dan kemungkinan akan memakai interim hingga akhir musim, dengan beberapa kandidat permanen mulai dikaitkan.
  • Fokus utama klub saat ini adalah mengamankan posisi dan menjauh dari ancaman degradasi.

SulawesiPos.com, London – Krisis yang membelit Tottenham Hotspur akhirnya berujung pada keputusan tegas manajemen.

Pada 11 Februari 2026, klub resmi mengakhiri kerja sama dengan Thomas Frank setelah rentetan hasil buruk yang menyeret Spurs ke papan bawah klasemen Liga Inggris.

Frank baru delapan bulan menukangi The Lilywhites sejak ditunjuk pada Juni 2025. Namun, ekspektasi tinggi yang menyertai kedatangannya tak pernah benar-benar terwujud.

Kekalahan 1-2 dari Newcastle United di kandang sendiri menjadi titik nadir sekaligus laga terakhirnya di kursi pelatih.

Hasil tersebut membuat Tottenham terperosok ke posisi ke-16 klasemen sementara, hanya terpaut lima poin dari zona degradasi dengan 12 pertandingan tersisa.

Baca Juga: 
Gol Menit Akhir Adli Antar Bournemouth Tekuk Liverpool 3-2

Situasi ini memicu kekhawatiran besar di internal klub, mengingat Spurs dalam beberapa musim terakhir berambisi konsisten bersaing di papan atas dan kompetisi Eropa.

Ketidakstabilan di Kursi Pelatih

Pemecatan Frank menambah panjang daftar pelatih yang tak bertahan lama di London Utara.

Jika melihat tren tujuh tahun terakhir, Spurs kini memburu pelatih permanen keenam mereka sebuah gambaran nyata ketidakstabilan manajerial.

Ironisnya, sebelum Frank, Tottenham juga memecat Ange Postecoglou pada Juni 2025. Padahal, pelatih asal Australia itu sempat mempersembahkan gelar Europa League.

Namun, manajemen saat itu memilih arah baru, yang kini justru membawa klub ke jurang krisis.

Overview

  • Tottenham Hotspur memecat Thomas Frank pada 11 Februari 2026 setelah tim terpuruk di peringkat ke-16 Liga Inggris, hanya lima poin dari zona degradasi.
  • Spurs belum menunjuk pelatih tetap dan kemungkinan akan memakai interim hingga akhir musim, dengan beberapa kandidat permanen mulai dikaitkan.
  • Fokus utama klub saat ini adalah mengamankan posisi dan menjauh dari ancaman degradasi.

SulawesiPos.com, London – Krisis yang membelit Tottenham Hotspur akhirnya berujung pada keputusan tegas manajemen.

Pada 11 Februari 2026, klub resmi mengakhiri kerja sama dengan Thomas Frank setelah rentetan hasil buruk yang menyeret Spurs ke papan bawah klasemen Liga Inggris.

Frank baru delapan bulan menukangi The Lilywhites sejak ditunjuk pada Juni 2025. Namun, ekspektasi tinggi yang menyertai kedatangannya tak pernah benar-benar terwujud.

Kekalahan 1-2 dari Newcastle United di kandang sendiri menjadi titik nadir sekaligus laga terakhirnya di kursi pelatih.

Hasil tersebut membuat Tottenham terperosok ke posisi ke-16 klasemen sementara, hanya terpaut lima poin dari zona degradasi dengan 12 pertandingan tersisa.

Baca Juga: 
RESMI! Layvin Kurzawa dan Dion Markx Gabung Persib Bandung

Situasi ini memicu kekhawatiran besar di internal klub, mengingat Spurs dalam beberapa musim terakhir berambisi konsisten bersaing di papan atas dan kompetisi Eropa.

Ketidakstabilan di Kursi Pelatih

Pemecatan Frank menambah panjang daftar pelatih yang tak bertahan lama di London Utara.

Jika melihat tren tujuh tahun terakhir, Spurs kini memburu pelatih permanen keenam mereka sebuah gambaran nyata ketidakstabilan manajerial.

Ironisnya, sebelum Frank, Tottenham juga memecat Ange Postecoglou pada Juni 2025. Padahal, pelatih asal Australia itu sempat mempersembahkan gelar Europa League.

Namun, manajemen saat itu memilih arah baru, yang kini justru membawa klub ke jurang krisis.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/