Kasus Mazraoui membuktikan bahwa, lampanye sosial tidak bisa diperlakukan seperti sponsor jersey, nilai tidak bisa dipaksakan lewat atribut visual dan pemain kini lebih berani menolak agenda simbolik
Dalam jangka panjang, ini bisa menjadi preseden positif.
Jika Pride bisa ditolak dan dikompromikan, kampanye sosial lain berpotensi bernasib sama.
Premier League memang masih mengibarkan bendera inklusivitas, tetapi kini dengan tiang yang lebih pendek.
Efek domino Mazraoui telah membuka ruang perlawanan yang sebelumnya senyap.
Pertanyaannya bukan lagi siapa yang mendukung Pride melainkan siapa yang benar-benar percaya, dan siapa yang hanya ikut karena diwajibkan.

