Ekspresi tegang keduanya mencerminkan ketidakpastian masa depan di tengah tekanan waktu yang terus berjalan.
Padahal sebelumnya, Fenerbahce dikabarkan sangat dekat mencapai kesepakatan final untuk mendatangkan Kanté.
Gelandang juara dunia 2018 itu diproyeksikan sebagai poros utama lini tengah dan figur pemimpin di lapangan.
Bahkan, transfer En-Nesyri ke Al Ittihad senilai lebih dari €10 juta disebut menjadi bagian dari rangkaian negosiasi yang saling berkaitan, terutama jika Karim Benzema benar-benar meninggalkan klub Arab Saudi tersebut.
Namun kini, seluruh skenario itu berada di persimpangan.
Jika proses administrasi tak segera rampung sebelum batas waktu yang ditentukan, maka kedua kesepakatan berpotensi resmi dibatalkan, memaksa klub dan pemain kembali ke titik nol di tengah bursa yang semakin sempit.
Sisi Fenerbache
Bagi Fenerbahce, kegagalan merekrut Kanté akan menjadi pukulan besar, bukan hanya secara teknis tetapi juga strategis.
Transfer ini sejatinya menjadi pernyataan ambisi klub untuk kembali diperhitungkan di level Eropa.
Gagal menuntaskannya berisiko mengganggu rencana taktik, stabilitas ruang ganti, hingga kepercayaan publik terhadap proyek jangka panjang klub.

