Benturan Taktik: Salah Peran, Salah Posisi
Secara teknis, Sterling paling efektif saat menyerang dari half-space, bergerak dekat kotak penalti, dan mengandalkan timing, bukan sekadar kecepatan.
Namun di bawah sistem pelatih Chelsea sekarang, Sterling sering dipaksa melebar di garis tepi, dituntut melakukan crossing dan duel 1v1 terus-menerus serta kesempatan menusuk ke tengah berkurang drastis.
Hasilnya, kontribusinya terlihat “biasa” meski perannya tidak ideal.
Statistik vs Ekspektasi Publik
Masalah lama Sterling kembali mencuat: kegagalan di momen krusial.
Di klub dengan tekanan tinggi seperti Chelsea, persepsi publik dan manajemen sering kali lebih menilai gol penentu dan performa di laga besar.
Bukan sekadar total angka musimannya. Ini membuat posisinya makin tertekan.
Beban Finansial & Aturan FFP
Dari sisi bisnis, Sterling adalah salah satu penerima gaji tertinggi dan rekrutan era manajemen lama

