Al Hilal memiliki proyek jangka pendek yang sangat ambisius, termasuk target juara Liga Champions Asia.
Benzema diproyeksikan sebagai titik sentral lini serang, bukan sekadar pemain bintang, peran yang sesuai dengan karakter kepemimpinannya.
Selama membela Al Ittihad, Benzema disebut mengalami ketegangan dengan manajemen dan staf pelatih.
Kritik terbuka terhadap performa tim serta absennya sang pemain dalam beberapa sesi latihan memicu spekulasi soal ketidaknyamanan internal.
Al Hilal menawarkan lingkungan yang lebih stabil, baik dari segi struktur manajemen, kedalaman skuad, maupun konsistensi prestasi.
Faktor ini penting bagi Benzema yang ingin tetap kompetitif di fase akhir kariernya.
Target besar Al Hilal di Liga Champions Asia menjadi daya tarik tersendiri.
Dengan pengalaman dan mental juara Benzema, klub menilai kehadirannya sebagai kepingan penting untuk mewujudkan ambisi tersebut.
Meski bukan faktor utama, Al Hilal dikabarkan menawarkan paket kontrak yang lebih menarik, termasuk bonus performa serta kejelasan proyek jangka pendek yang realistis.
Kepindahan Karim Benzema ke Al Hilal lebih didorong oleh faktor teknis, stabilitas klub, dan ambisi juara, bukan semata-mata nilai finansial.

