Terancam Gagal Tampil di Piala Dunia 2026
Dampak cedera Merino tidak hanya dirasakan di level klub. Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran serius bagi Timnas Spanyol, yang tengah mempersiapkan diri menuju Piala Dunia 2026.
Dengan jadwal pemulihan yang panjang dan risiko komplikasi pascaoperasi, peluang Merino untuk kembali ke performa puncak tepat waktu menjadi tanda tanya besar.
Jika proses rehabilitasi tidak berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Merino harus melewatkan turnamen akbar tersebut.
Situasi ini tentu menjadi pukulan bagi sang pemain, yang berada di usia emas dan tengah berupaya mengamankan tempat reguler di skuad La Roja.
Pukulan Telak bagi Mikel Arteta
Bagi Mikel Arteta, kehilangan Merino datang di momen yang sangat krusial. Arsenal masih terlibat dalam perburuan gelar domestik dan harus menghadapi jadwal padat di berbagai kompetisi.
Merino baru saja mulai beradaptasi sepenuhnya dengan sistem permainan Arteta dan menunjukkan peran vital sebagai penghubung antara lini belakang dan lini serang.
Kehadirannya memberikan dimensi tambahan di lini tengah Arsenal, terutama dalam duel fisik dan kontrol tempo permainan.
Tanpa Merino, Arteta kini dihadapkan pada keterbatasan opsi rotasi. Beberapa penyesuaian taktik kemungkinan akan dilakukan, seperti:
-
Memaksimalkan peran Declan Rice sebagai gelandang box-to-box
-
Memberikan beban lebih besar kepada Martin Ødegaard dalam mengatur permainan
-
Mengandalkan pemain muda atau opsi internal dengan risiko penurunan stabilitas permainan

