Overview
- Pertandingan Feyenoord di Liga Europa berubah menjadi momen emosional ketika Shaqueel van Persie, putra Robin van Persie, mengalami cedera lutut serius.
- Sang pelatih menghadapi dilema besar antara tanggung jawab profesional dan naluri seorang ayah.
SulawesiPos.com – Sepak bola kerap menghadirkan emosi yang tak terduga.
Namun bagi Robin van Persie, laga Feyenoord di ajang Liga Europa kali ini menjadi salah satu malam paling berat sepanjang kariernya.
Bukan karena hasil pertandingan, melainkan karena cedera serius yang dialami sang anak, Shaqueel van Persie.
Pemain berusia 19 tahun tersebut harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah mengalami masalah pada lututnya.
Raut wajah kesakitan Shaqueel langsung membuat suasana stadion berubah tegang.
Di sisi lapangan, Robin van Persie tampak terpaku sebelum akhirnya menghampiri area perawatan medis.
Sebagai pelatih, Van Persie dituntut tetap fokus mengendalikan tim.
Namun sebagai ayah, rasa khawatir tak bisa disembunyikan.
Situasi itu ia akui sebagai pengalaman yang sangat menyentuh secara emosional.
“Ketika tanda-tanda awal menunjukkan kondisi yang tidak baik, rasanya seperti waktu berhenti. Anda berusaha tetap tenang, tetapi pikiran Anda terus tertuju pada kesehatan pemain terlebih lagi jika itu adalah anak Anda sendiri,” ungkap Van Persie.

