Hukuman tersebut dijatuhkan akibat perilaku yang dianggap tidak mencerminkan nilai fair play.
Rekan setimnya, Ismaël Saibari, menerima hukuman lebih berat berupa skorsing tiga pertandingan disertai denda 100 ribu dolar AS.
CAF turut menjatuhkan denda sebesar 315 ribu dolar AS kepada Federasi Sepak Bola Maroko.
Denda ini terkait sejumlah insiden, termasuk tindakan ball boy yang mencuri handuk pemain lawan, invasi ke area VAR oleh staf dan pemain, serta penggunaan laser oleh suporter di tribun stadion.
Keputusan tegas ini menjadi peringatan keras CAF bahwa pelanggaran disiplin, baik di dalam maupun luar lapangan, tidak akan ditoleransi dalam kompetisi resmi Afrika.

