24 C
Makassar
3 February 2026, 6:47 AM WITA

Statistik Horor Arsenal: Kebobolan 3 Gol di Kandang, Duet Saliba-Gabriel Akhirnya Tumbang oleh MU

Overview

  • Manchester United berhasil mencatatkan kemenangan krusial 3-2 atas Arsenal di Emirates Stadium.
  • Hasil ini tidak hanya mengamankan tiga poin bagi tim asuhan Bruno Fernandes dkk, tetapi juga menghancurkan dominasi kandang Arsenal yang sudah bertahan lama.
  • Kemenangan ini sekaligus memutus tren positif The Gunners yang sebelumnya sangat sulit ditembus ketika duet bek Gabriel dan Saliba bermain sejak awal.

SulawesiPos.com, London – Manchester United sukses mengubah Emirates Stadium menjadi “taman bermain” mereka setelah menumbangkan tuan rumah Arsenal dengan skor tipis 3-2.

Kemenangan ini menjadi sorotan tajam karena berhasil mematahkan beberapa rekor mentereng yang dipegang oleh skuad asuhan Mikel Arteta musim ini.

Sebelum laga ini berlangsung, Arsenal memegang rekor 16 laga kandang tak terkalahkan di semua kompetisi.

Namun, intensitas permainan yang ditunjukkan Manchester United membuat catatan tersebut sirna.

Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Arsenal yang sedang berjuang dalam jalur perebutan gelar juara.

Berdasarkan data yang dihimpun, ini adalah pertama kalinya Arsenal kebobolan 3 gol di laga kandang saat duet Gabriel Magalhaes dan William Saliba turun sebagai starter sejak Februari 2023 (saat kalah dari Man City).

Baca Juga: 
Senegal vs Mesir Semifinal Piala Afrika 2025/2026: Duel Krusial di Stadion Tangier Grand

Manchester United menjadi tim pertama setelah sekian lama yang mampu mengeksploitasi lini pertahanan terbaik liga tersebut sebanyak tiga kali dalam satu pertandingan.

Hal yang paling menyakitkan bagi pendukung Meriam London adalah patahnya rekor 23 laga tak terkalahkan setiap kali Arsenal mencetak gol lebih dulu.

Dalam pertandingan ini, keunggulan awal Arsenal tidak berarti banyak setelah Bruno Fernandes dan kawan-kawan berhasil melakukan comeback gemilang untuk membawa pulang kemenangan ke Manchester.

Kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi Arsenal dalam ambisinya meraih trofi, sementara bagi Manchester United, ini adalah sinyal kebangkitan untuk kembali bersaing di papan atas.

Overview

  • Manchester United berhasil mencatatkan kemenangan krusial 3-2 atas Arsenal di Emirates Stadium.
  • Hasil ini tidak hanya mengamankan tiga poin bagi tim asuhan Bruno Fernandes dkk, tetapi juga menghancurkan dominasi kandang Arsenal yang sudah bertahan lama.
  • Kemenangan ini sekaligus memutus tren positif The Gunners yang sebelumnya sangat sulit ditembus ketika duet bek Gabriel dan Saliba bermain sejak awal.

SulawesiPos.com, London – Manchester United sukses mengubah Emirates Stadium menjadi “taman bermain” mereka setelah menumbangkan tuan rumah Arsenal dengan skor tipis 3-2.

Kemenangan ini menjadi sorotan tajam karena berhasil mematahkan beberapa rekor mentereng yang dipegang oleh skuad asuhan Mikel Arteta musim ini.

Sebelum laga ini berlangsung, Arsenal memegang rekor 16 laga kandang tak terkalahkan di semua kompetisi.

Namun, intensitas permainan yang ditunjukkan Manchester United membuat catatan tersebut sirna.

Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Arsenal yang sedang berjuang dalam jalur perebutan gelar juara.

Berdasarkan data yang dihimpun, ini adalah pertama kalinya Arsenal kebobolan 3 gol di laga kandang saat duet Gabriel Magalhaes dan William Saliba turun sebagai starter sejak Februari 2023 (saat kalah dari Man City).

Baca Juga: 
Manchester United Tersingkir dari Piala FA Usai Kalah 1-2 dari Brighton

Manchester United menjadi tim pertama setelah sekian lama yang mampu mengeksploitasi lini pertahanan terbaik liga tersebut sebanyak tiga kali dalam satu pertandingan.

Hal yang paling menyakitkan bagi pendukung Meriam London adalah patahnya rekor 23 laga tak terkalahkan setiap kali Arsenal mencetak gol lebih dulu.

Dalam pertandingan ini, keunggulan awal Arsenal tidak berarti banyak setelah Bruno Fernandes dan kawan-kawan berhasil melakukan comeback gemilang untuk membawa pulang kemenangan ke Manchester.

Kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi Arsenal dalam ambisinya meraih trofi, sementara bagi Manchester United, ini adalah sinyal kebangkitan untuk kembali bersaing di papan atas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/