Catatan ini menjadi yang terbanyak yang pernah dialami Liverpool dalam satu musim Premier League, dan kompetisi masih menyisakan sekitar 15 pertandingan lagi.
Ironisnya, Liverpool selama bertahun-tahun dikenal sebagai tim spesialis gol menit akhir—baik di era Slot maupun sebelumnya.
Namun musim ini, identitas tersebut justru berbalik.
The Reds kini lebih sering menjadi korban gol telat lawan ketimbang pencetak gol penentu.
Jika tren ini terus berlanjut, Liverpool terancam tertinggal dalam perburuan gelar maupun zona Liga Champions.
Perbaikan di lini pertahanan, manajemen tempo pertandingan, serta konsentrasi di fase akhir laga menjadi pekerjaan rumah besar bagi Arne Slot dan staf pelatih.

