24 C
Makassar
3 February 2026, 5:05 AM WITA

Manuver Senyap Juku Eja: Mengapa Gervane Kastaneer Jadi Kepingan Puzzle yang Dicari PSM Makassar?

Overview

  • Rumor ketertarikan PSM Makassar terhadap striker Persis Solo, Gervane Kastaneer, semakin menguat jelang bursa transfer tengah musim.
  • Dengan nilai pasar Rp3,04 miliar, langkah ini dinilai sebagai strategi manajemen untuk membenahi lini serang Juku Eja yang belum maksimal, sekaligus opsi efisien karena sang pemain telah berpengalaman di Liga Indonesia.

SulawesiPos.com, Makassar – Kabar burung mengenai ketertarikan PSM Makassar terhadap penyerang Persis Solo, Gervane Kastaneer, kian kencang berhembus.

Namun, di balik angka nilai pasar yang mencapai Rp3,04 Miliar, terdapat strategi besar yang tengah disiapkan manajemen Laskar Pinisi untuk merombak lini serang mereka.

Alih-alih hanya sekadar menambah kuota pemain asing, bidikan terhadap Kastaneer (29 tahun) menunjukkan bahwa tim pelatih PSM membutuhkan sosok striker tengah yang memiliki fleksibilitas tinggi.

Dengan rekam jejaknya di liga Indonesia, Kastaneer dianggap tidak memerlukan waktu adaptasi yang lama—sebuah faktor krusial bagi PSM yang kerap kesulitan di awal musim.

Dengan harga pasar yang tergolong kompetitif bagi klub sebesar PSM Makassar, mendatangkan pemain sekaliber Kastaneer dipandang sebagai langkah low-risk high-reward.

Baca Juga: 
Manchester United vs Fulham: Carrick Minta Fokus, Old Trafford Jadi Ujian Mental Setan Merah

Manajemen dikabarkan lebih memilih berinvestasi pada pemain yang sudah teruji di iklim kompetisi lokal daripada mendatangkan nama besar dari luar negeri yang belum tentu cocok dengan gaya permainan keras ala Makassar.

Di sisi lain, Persis Solo berada di posisi sulit.

Kehilangan pemain di usia matang seperti Kastaneer tentu akan meninggalkan lubang.

Namun, bagi sang pemain, tawaran untuk berlaga bersama klub bersejarah seperti PSM yang memiliki basis suporter fanatik bisa menjadi godaan yang sulit ditolak untuk karier masa depannya.

Meski statusnya masih sebatas rumor di media sosial, sumber internal menyebutkan bahwa komunikasi antara kedua belah pihak sudah mulai berjalan secara informal.

Overview

  • Rumor ketertarikan PSM Makassar terhadap striker Persis Solo, Gervane Kastaneer, semakin menguat jelang bursa transfer tengah musim.
  • Dengan nilai pasar Rp3,04 miliar, langkah ini dinilai sebagai strategi manajemen untuk membenahi lini serang Juku Eja yang belum maksimal, sekaligus opsi efisien karena sang pemain telah berpengalaman di Liga Indonesia.

SulawesiPos.com, Makassar – Kabar burung mengenai ketertarikan PSM Makassar terhadap penyerang Persis Solo, Gervane Kastaneer, kian kencang berhembus.

Namun, di balik angka nilai pasar yang mencapai Rp3,04 Miliar, terdapat strategi besar yang tengah disiapkan manajemen Laskar Pinisi untuk merombak lini serang mereka.

Alih-alih hanya sekadar menambah kuota pemain asing, bidikan terhadap Kastaneer (29 tahun) menunjukkan bahwa tim pelatih PSM membutuhkan sosok striker tengah yang memiliki fleksibilitas tinggi.

Dengan rekam jejaknya di liga Indonesia, Kastaneer dianggap tidak memerlukan waktu adaptasi yang lama—sebuah faktor krusial bagi PSM yang kerap kesulitan di awal musim.

Dengan harga pasar yang tergolong kompetitif bagi klub sebesar PSM Makassar, mendatangkan pemain sekaliber Kastaneer dipandang sebagai langkah low-risk high-reward.

Baca Juga: 
PSM Makassar Kalah di Kandang Lagi, Telan 4 Kekalahan Beruntun di Liga 1

Manajemen dikabarkan lebih memilih berinvestasi pada pemain yang sudah teruji di iklim kompetisi lokal daripada mendatangkan nama besar dari luar negeri yang belum tentu cocok dengan gaya permainan keras ala Makassar.

Di sisi lain, Persis Solo berada di posisi sulit.

Kehilangan pemain di usia matang seperti Kastaneer tentu akan meninggalkan lubang.

Namun, bagi sang pemain, tawaran untuk berlaga bersama klub bersejarah seperti PSM yang memiliki basis suporter fanatik bisa menjadi godaan yang sulit ditolak untuk karier masa depannya.

Meski statusnya masih sebatas rumor di media sosial, sumber internal menyebutkan bahwa komunikasi antara kedua belah pihak sudah mulai berjalan secara informal.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/