Selama ini, pemain Asia Tenggara diperlakukan sebagai pemain lokal sehingga klub bebas merekrut mereka tanpa mengganggu kuota asing.
Namun dengan penghapusan kuota ASEAN, pemain Indonesia akan langsung masuk dalam kategori pemain asing penuh.
Saat ini terdapat empat pemain Indonesia yang berkarier di Liga Thailand Pratama Arhan (Bangkok United), Asnawi Mangkualam (Port FC), Shayne Pattynama (Buriram United) Sandy Walsh (Buriram United).
Mereka selama ini diuntungkan oleh kebijakan kuota ASEAN. Klub tidak perlu mengorbankan slot asing untuk merekrut pemain Indonesia.
Jika aturan baru berlaku, posisi mereka akan jauh lebih rentan.
Klub harus memilih antara mempertahankan pemain ASEAN atau merekrut pemain asing dari Eropa dan Amerika Latin yang secara komersial dan teknis sering dianggap lebih menjanjikan.
Liga Thailand selama ini menjadi tujuan ideal bagi pemain Indonesia untuk meningkatkan kualitas bermain.
Kompetisi yang kuat, jam terbang tinggi, dan atmosfer profesional membuat Thailand menjadi batu loncatan karier internasional.

Jika kuota ASEAN dihapus, peluang pemain Indonesia menembus Liga Thailand akan semakin sempit.
Hal ini bisa berdampak langsung pada perkembangan pemain timnas yang membutuhkan pengalaman kompetisi luar negeri.

