Laga pun terhenti beberapa menit dalam suasana tegang, dengan ofisial pertandingan berusaha menenangkan situasi.
Setelah melalui negosiasi panjang, para pemain Senegal akhirnya kembali ke lapangan pada menit 90+21 dan pertandingan dilanjutkan.
Tekanan mental menyelimuti stadion ketika Maroko bersiap mengeksekusi penalti penentuan pada menit 90+24.
Brahim DÃaz, yang tampil impresif sepanjang turnamen dan menjadi andalan Maroko, maju sebagai algojo.
Namun, di bawah tekanan besar, eksekusi “Panenka” gagal berbuah gol, membuat stadion kembali bergemuruh.
Rangkaian kejadian ini menjadikan final Piala Afrika Senegal vs Maroko sebagai salah satu pertandingan paling dramatis dan kontroversial dalam sejarah turnamen.
Keputusan wasit, intervensi VAR, hingga aksi walk out pemain menjadi sorotan tajam publik sepak bola Afrika dan dunia.
Kontroversi ini dipastikan akan terus menjadi bahan perbincangan, sekaligus evaluasi besar bagi CAF terkait kualitas kepemimpinan wasit di laga-laga krusial.

