Overview
SulawesiPos.com – Kondisi Sriwijaya FC semakin mengkhawatirkan di kompetisi Liga 2 musim ini.
Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu kembali menelan hasil pahit setelah dibantai Bekasi City dengan skor telak 0-7 pada laga fase grup A yang digelar hari ini.
Kekalahan memalukan tersebut memperpanjang catatan buruk Sriwijaya FC yang hingga pekan ke-16 belum sekalipun meraih kemenangan.
Berdasarkan klasemen sementara Grup A, Sriwijaya FC kini terpuruk di posisi juru kunci dengan koleksi hanya dua poin dari 16 pertandingan, serta selisih gol yang sangat mencolok, 13 memasukkan dan 49 kebobolan.
Situasi internal tim turut memperparah performa di lapangan.
Dalam laga tandang terakhir, Sriwijaya FC dikabarkan hanya membawa 15 pemain saat bertolak dari Sumatera menggunakan bus, tanpa didampingi tim medis.
Kondisi tersebut jelas memengaruhi kesiapan fisik dan mental pemain menghadapi pertandingan krusial.
Tak hanya itu, krisis di tubuh tim semakin nyata setelah empat pemain kembali memilih hengkang dari skuad.
Masalah finansial menjadi sorotan utama, di mana gaji pemain dan staf pelatih disebut belum dibayarkan selama beberapa waktu.
Pelatih Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, bahkan dikabarkan mengancam akan mundur dari jabatannya apabila permasalahan gaji tak segera diselesaikan oleh manajemen.
Ancaman tersebut menjadi sinyal kuat bahwa krisis yang dialami Sriwijaya FC bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga menyangkut stabilitas klub secara menyeluruh.
Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa solusi konkret, masa depan Sriwijaya FC di Liga 2 kian berada di ujung tanduk, dengan ancaman degradasi yang semakin sulit dihindari.