27 C
Makassar
18 January 2026, 19:13 PM WITA

9 Laga Kandang PSM di BJ Habibie, Rata-rata Penonton Tak Sampai 4 Ribu

Overview

  • Animo penonton PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie pada putaran pertama Liga 1 belum optimal.
  • Dari total 9 laga kandang, jumlah penonton mencapai 30.371 orang dengan rata-rata 3.375 penonton per pertandingan, jauh di bawah kapasitas stadion yang mencapai 8.000 lebih.
  • Tingginya harga tiket, mulai dari Rp90.000 hingga Rp350.000, diduga turut memengaruhi rendahnya tingkat kehadiran penonton, meski pada laga big match melawan Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya jumlah penonton mampu menembus lebih dari 6.000 orang.

SulawesiPos.com, Parepare – Animo penonton yang hadir langsung ke Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, untuk menyaksikan laga kandang PSM Makassar pada putaran pertama Liga 1 musim ini tercatat belum maksimal.

Padahal, stadion kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut memiliki kapasitas lebih dari 8.000 penonton.

Berdasarkan rekap pertandingan kandang PSM Makassar sepanjang 9 laga putaran pertama, total penonton yang hadir hanya mencapai 30.371 orang.

Dengan jumlah tersebut, rata-rata kehadiran penonton per pertandingan berada di angka 3.375 orang, atau kurang dari separuh kapasitas stadion.

Baca Juga: 
Michael Carrick Resmi Jadi Caretaker Manchester United hingga Akhir Musim, Derby Manchester Jadi Laga Perdana

Jumlah penonton tertinggi tercatat saat laga big match menghadapi Persija Jakarta, yang disaksikan oleh 6.116 penonton.

Sementara itu, pertandingan sarat gengsi lainnya melawan Persebaya Surabaya menjadi laga dengan kehadiran penonton terbanyak, yakni 6.434 orang.

Namun di luar dua laga besar tersebut, sebagian besar pertandingan kandang PSM menunjukkan angka kehadiran yang relatif rendah.

Kondisi ini menandakan bahwa minat suporter untuk datang langsung ke stadion belum sepenuhnya pulih, meskipun PSM Makassar dikenal sebagai salah satu klub dengan basis pendukung terbesar di Indonesia.

Beberapa faktor diduga memengaruhi menurunnya animo penonton, mulai dari jadwal pertandingan, faktor ekonomi, hingga kebiasaan suporter yang kini lebih memilih menonton melalui siaran langsung.

Selain itu, jarak tempuh ke Parepare bagi suporter dari luar daerah juga menjadi tantangan tersendiri.

Overview

  • Animo penonton PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie pada putaran pertama Liga 1 belum optimal.
  • Dari total 9 laga kandang, jumlah penonton mencapai 30.371 orang dengan rata-rata 3.375 penonton per pertandingan, jauh di bawah kapasitas stadion yang mencapai 8.000 lebih.
  • Tingginya harga tiket, mulai dari Rp90.000 hingga Rp350.000, diduga turut memengaruhi rendahnya tingkat kehadiran penonton, meski pada laga big match melawan Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya jumlah penonton mampu menembus lebih dari 6.000 orang.

SulawesiPos.com, Parepare – Animo penonton yang hadir langsung ke Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, untuk menyaksikan laga kandang PSM Makassar pada putaran pertama Liga 1 musim ini tercatat belum maksimal.

Padahal, stadion kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut memiliki kapasitas lebih dari 8.000 penonton.

Berdasarkan rekap pertandingan kandang PSM Makassar sepanjang 9 laga putaran pertama, total penonton yang hadir hanya mencapai 30.371 orang.

Dengan jumlah tersebut, rata-rata kehadiran penonton per pertandingan berada di angka 3.375 orang, atau kurang dari separuh kapasitas stadion.

Baca Juga: 
Lamine Yamal Siap Tampil di Final El Clasico Spanish Super Cup, Ancaman Nyata bagi Real Madrid

Jumlah penonton tertinggi tercatat saat laga big match menghadapi Persija Jakarta, yang disaksikan oleh 6.116 penonton.

Sementara itu, pertandingan sarat gengsi lainnya melawan Persebaya Surabaya menjadi laga dengan kehadiran penonton terbanyak, yakni 6.434 orang.

Namun di luar dua laga besar tersebut, sebagian besar pertandingan kandang PSM menunjukkan angka kehadiran yang relatif rendah.

Kondisi ini menandakan bahwa minat suporter untuk datang langsung ke stadion belum sepenuhnya pulih, meskipun PSM Makassar dikenal sebagai salah satu klub dengan basis pendukung terbesar di Indonesia.

Beberapa faktor diduga memengaruhi menurunnya animo penonton, mulai dari jadwal pertandingan, faktor ekonomi, hingga kebiasaan suporter yang kini lebih memilih menonton melalui siaran langsung.

Selain itu, jarak tempuh ke Parepare bagi suporter dari luar daerah juga menjadi tantangan tersendiri.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/