Categories: Sepakbola

Khabib Nurmagomedov Soroti Pemecatan Xabi Alonso: Ketika Loyalitas Kalah oleh Ego Bintang

Overview

  • Legenda UFC Khabib Nurmagomedov ikut menyoroti pemecatan Xabi Alonso melalui unggahan di media sosial.
  • Dalam komentarnya, Khabib menyinggung isu loyalitas, dominasi pemain bintang, serta melemahnya otoritas pelatih di ruang ganti, yang menurutnya menjadi penyebab runtuhnya sebuah tim besar.

SulawesiPos.com – Mantan juara dunia UFC, Khabib Nurmagomedov, turut angkat suara terkait pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih.

Melalui unggahan Instagram Story, Khabib menyampaikan dukungannya kepada Alonso sekaligus melontarkan kritik keras terhadap dinamika internal tim yang dinilainya lebih memihak pemain bintang ketimbang pelatih.

Dalam salah satu unggahannya, Khabib membagikan potret Xabi Alonso yang tengah merayakan kesuksesan bersama para pendukung, disertai pernyataan bernada tegas tentang makna loyalitas.

“There is nothing like loyalty. One year ago they begged him. Now they fired him because of spoiled kids,” tulis Khabib, seraya menutup pesannya dengan kalimat, “Xabi you are the best.”

Unggahan tersebut juga disertai tangkapan layar narasi media yang mengungkap dugaan penyebab kepergian Xabi Alonso, bukan semata soal taktik atau hasil pertandingan, melainkan hilangnya kendali pelatih di ruang ganti.

Disebutkan bahwa dalam sebuah momen krusial, otoritas pelatih tidak diindahkan oleh para pemain kunci, yang menjadi simbol retaknya hierarki tim.

Khabib, yang dikenal sebagai figur disiplin dan menjunjung tinggi kepemimpinan dalam olahraga, menegaskan pandangannya bahwa ketika pemain merasa lebih besar dari pelatih, sebuah tim sejatinya telah kehilangan identitas.

“Jika kamu datang ke gym atau ke lapangan dan tidak peduli apakah itu petarung atau pesepak bola, sebagai pelatih kepala kamu harus memegang kendali.

Jika tidak semua orang menjalankan tuntutanmu, maka itu bukan jalan yang benar,” tulisnya dalam unggahan lain.

Pernyataan Khabib mendapat perhatian luas karena mencerminkan sudut pandang lintas cabang olahraga, di mana nilai disiplin, respek, dan struktur kepemimpinan menjadi fondasi utama kesuksesan.

Dukungan terbuka dari Khabib pun memperkuat citra Xabi Alonso sebagai pelatih yang dihormati, meski harus mengakhiri masa jabatannya lebih cepat.

Komentar tersebut sekaligus memicu diskusi luas di kalangan penggemar sepak bola tentang pergeseran kekuasaan dalam tim-tim elite, ketika kepentingan dan ego pemain bintang dinilai kerap mengalahkan otoritas pelatih.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: Khabib Nurmagomedov Real Madrid UFC Xabi Alonso