Formasi fleksibel yang dapat berubah dari 4-3-3 ke 3-4-3 memungkinkan tim beradaptasi dengan lawan berbeda, baik di level Asia Tenggara maupun kompetisi internasional.
Gaya Herdman di Timnas Indonesia juga terlihat pada pengembangan pemain muda.
Ia kerap memberi kesempatan kepada talenta berbakat untuk bermain di laga resmi, sekaligus membangun kedalaman skuad.
Hal ini menjadi strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas tim dan mempersiapkan regenerasi pemain menjelang turnamen besar.
Para pengamat menilai, Herdman membawa kombinasi disiplin taktis dan fleksibilitas kreatif ke Timnas Indonesia, yang sebelumnya sering terlihat lebih mengandalkan permainan fisik dan serangan cepat.
Dengan pendekatan ini, tim diharapkan lebih stabil saat menghadapi lawan kuat, sekaligus mampu menciptakan peluang berbahaya dari berbagai posisi.
Hingga saat ini, meski waktu Herdman di Timnas Indonesia relatif singkat, perubahan filosofi permainan sudah mulai terlihat, baik dalam pola serangan, pressing, maupun koordinasi antar-lini.
Jika konsistensi dijaga, pendekatan modern ini berpotensi meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional, terutama di Piala AFF, Kualifikasi Piala Asia, dan turnamen FIFA lainnya.

