Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin berpidato dalam syukuran HUT ke-62 Golkar di kantornya.
SulawesiPos.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-62 di Sulawesi Selatan diwarnai dengan aksi sosial dan konsolidasi internal. Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), memimpin jajaran pengurus provinsi bersama organisasi Astakarya dan sayap partai melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Makassar, Selasa (20/10/2026).
Usai menggelar ziarah ke para pahlawan yang juga tokoh Golkar, seperti makam Brigjen Arsyad B, Brigjen Bachtiar Karaeng Leo, Kolonel Patompo, Kolonel HM Jasin Limpo, dan Mayjen Amin Syam, para pengurus Golkar Sulsel dan Makassar kemudian melanjutkan dengan acara doa syukuran di kantor DPD I Golkar Sulsel, di Jalan Botolempangan.
Selain IAS, sejumlah pengurus dan senior Golkar turut hadir, seperti Bendahara DPD I Amirullah Nur, Sekretaris DPD I Rahman Pina, Hoist Bachtiar, Kadir Halid, dan kader-kader Golkar lainnya.
Peringatan momentum bertambahnya usia partai ini dimanfaatkan IAS untuk memberikan motivasi sekaligus mengajak seluruh kader melakukan introspeksi diri.
Menurutnya, langkah ini sangat krusial dalam menyongsong berbagai agenda politik mendatang, terutama Pemilu 2029 yang tinggal menyisakan waktu sekitar dua setengah tahun.
“Hari ini alhamdulillah Partai Golkar telah berusia 62 tahun. Ini menjadi momentum bagi kami untuk memberikan motivasi kepada teman-teman melakukan introspeksi diri dalam menghadapi agenda politik ke depan,” ujar IAS.
IAS menjelaskan bahwa berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), pemilu nasional akan dilaksanakan pada tahun 2029.
Meski belum ada kepastian mengenai jadwal pemilu lokal yang diproyeksikan pada tahun 2031, jajaran pengurus dan kader di tingkat kabupaten/kota diminta untuk bergerak cepat karena waktu persiapan sangat singkat. Kerja-kerja politik, tegasnya, harus dimaksimalkan sebagai bagian dari kerja sosial yang dapat memberikan efek elektoral.
Untuk memperkuat barisan internal, DPD I Golkar Sulsel telah merancang agenda penataan organisasi secara terstruktur.
Rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) di tingkat kabupaten/kota ditargetkan selesai pada Desember 2026, yang akan diawali oleh Kabupaten Maros pada tanggal 2. Setelah itu, konsolidasi dilanjutkan ke tingkat kecamatan hingga April 2027 dan tingkat desa/kelurahan hingga Juli 2027.
“Efektif kita akan tuntas konsolidasi organisasi di tahun 2027, paling tidak bulan Juni atau Juli. Setelah itu baru kita masuk konsolidasi kader untuk menghadapi Pemilu 2029,” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan Musda di daerah, IAS berharap proses demokrasi di internal partai dapat berjalan sejuk melalui pendekatan musyawarah tanpa perlu mengedepankan kontestasi yang berpotensi memicu perpecahan.
IAS mengingatkan bahwa persaingan yang terlampau keras dapat menimbulkan kekecewaan yang berujung pada mundurnya kader.
“Demokrasi tidak harus selalu dilaksanakan dalam sebuah kontestasi yang memicu kekecewaan. Kekecewaan itu bisa memberikan efek kader mundur atau pindah partai,” tegas IAS.
Selain melibatkan pimpinan cabang (Pincam) sebagai pemegang hak suara, IAS menuturkan bahwa penentuan pimpinan di tingkat kabupaten/kota juga akan menggunakan instrumen survei agar pimpinan yang terpilih benar-benar memiliki ketokohan dan kedekatan yang kuat dengan masyarakat.
Di sisi lain, IAS memberikan penekanan khusus kepada seluruh kader, terutama para anggota fraksi yang dipercaya menjadi wakil rakyat di parlemen.
Di tengah dinamika ekonomi dan sosial—seperti fluktuasi harga sembako, kendala ketersediaan bahan bakar, hingga bencana kebakaran hutan—kader Golkar diinstruksikan untuk selalu hadir membantu masyarakat.
“Mungkin kita tidak bisa memberikan solusi pemecahan masalah secara langsung. Namun paling tidak kader Golkar hadir memberikan semangat dan motivasi kepada rakyat,” pungkas IAS.