SulawesiPos.com – Wakil Ketua MPR RI dari PAN, Eddy Soeparno, menyatakan dukungannya terhadap langkah Prabowo Subianto dalam mempercepat transisi energi nasional.
Menurutnya, pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan panas bumi, serta percepatan elektrifikasi transportasi menjadi langkah strategis menghadapi krisis energi global.
“Saya menyambut gembira arahan Presiden Prabowo yang hendak mempercepat transisi energi,” ujarnya, dikutip Senin (23/3/2026).
Eddy menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi fosil, khususnya LPG yang sebagian besar berasal dari luar negeri.
“Jika impor LPG tersendat misalnya, sektor rumah tangga, restoran, perhotelan, dan lainnya tidak dapat melakukan kegiatan memasak,” jelasnya.
Ia menyebut sekitar 75 persen kebutuhan LPG nasional masih bergantung pada impor, sehingga diperlukan percepatan konversi ke energi listrik, seperti kompor induksi.
Eddy juga mendukung rencana pemerintah untuk mempercepat pensiun dini pembangkit diesel.
Menurutnya, pembangkit jenis ini memiliki biaya operasional lebih tinggi dibandingkan pembangkit berbasis batubara, sekaligus menghasilkan emisi karbon yang lebih berbahaya.
Meski demikian, ia mengakui beberapa sektor strategis masih membutuhkan energi fosil, seperti transportasi udara, laut, dan industri berat.
Namun, untuk sektor yang memungkinkan, pengurangan penggunaan energi fosil dinilai perlu segera dilakukan guna mengurangi ketergantungan impor.
Desak Percepatan Regulasi Energi
Eddy turut mendorong pemerintah dan DPR untuk segera menyelesaikan regulasi terkait transisi energi, termasuk RUU Energi Baru dan Terbarukan serta revisi Undang-Undang Ketenagalistrikan dan Migas.
Menurutnya, payung hukum yang kuat sangat penting untuk mempercepat implementasi kebijakan energi nasional.

