Tekankan MBG Akan Terus Berjalan, Prabowo: Lebih Baik Anggaran untuk Makan Rakyat Daripada Dikorupsi

SulawesiPos.com – Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Dalam keterangannya, Prabowo menyebut program tersebut menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam mengatasi persoalan gizi dan stunting.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat. Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun. Saya aku yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada,” kata Prabowo.

Selain dampak sosial, Prabowo menekankan bahwa program MBG juga berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.

Ia memperkirakan program ini akan melibatkan sekitar 30 ribu dapur produksi di seluruh Indonesia, yang masing-masing dapat menyerap puluhan tenaga kerja.

“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja,” ucap Prabowo.

BACA JUGA: 
Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

“Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor tiap dapur yang jual telur, yang jual wortel, yang jual sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” imbuhnya.

Akui Masih Ada Kekurangan di Lapangan

Di tengah pelaksanaan program, Presiden mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dan pelanggaran di lapangan.

Pemerintah pun telah mengambil langkah penertiban terhadap dapur yang tidak memenuhi standar.

“Ada seribu, lebih seribu (dapur) yang sudah kita tutup,” ungkapnya.

Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya memastikan kualitas program tetap terjaga.

Prabowo menegaskan bahwa pendanaan program MBG tidak berasal dari utang baru, melainkan dari efisiensi serta pengurangan kebocoran anggaran negara.

“Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran,” tegas Prabowo.

Ia menambahkan, kebijakan ini bertujuan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata, terutama oleh masyarakat lapisan bawah.

BACA JUGA: 
Hadir di Indonesia Economic Outlook 2026, Prabowo: MBG Bakal Serap 1,5 Juta Pekerja

“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Dalam keterangannya, Prabowo menyebut program tersebut menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam mengatasi persoalan gizi dan stunting.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat. Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun. Saya aku yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada,” kata Prabowo.

Selain dampak sosial, Prabowo menekankan bahwa program MBG juga berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.

Ia memperkirakan program ini akan melibatkan sekitar 30 ribu dapur produksi di seluruh Indonesia, yang masing-masing dapat menyerap puluhan tenaga kerja.

“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja,” ucap Prabowo.

BACA JUGA: 
Prabowo Naikkan Pangkat Rizki Juniansyah dari Letda Langsung Jadi Kapten, Presiden Bagikan Bonus SEA Games

“Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor tiap dapur yang jual telur, yang jual wortel, yang jual sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” imbuhnya.

Akui Masih Ada Kekurangan di Lapangan

Di tengah pelaksanaan program, Presiden mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dan pelanggaran di lapangan.

Pemerintah pun telah mengambil langkah penertiban terhadap dapur yang tidak memenuhi standar.

“Ada seribu, lebih seribu (dapur) yang sudah kita tutup,” ungkapnya.

Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya memastikan kualitas program tetap terjaga.

Prabowo menegaskan bahwa pendanaan program MBG tidak berasal dari utang baru, melainkan dari efisiensi serta pengurangan kebocoran anggaran negara.

“Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran,” tegas Prabowo.

Ia menambahkan, kebijakan ini bertujuan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata, terutama oleh masyarakat lapisan bawah.

BACA JUGA: 
Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru