Pimpinan MPR Lestari Moerdijat: Hari Perempuan Internasional Momentum Perkuat Kesetaraan Gender

SulawesiPos.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Lestari Moerdijat mengatakan peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan dan keadilan bagi perempuan.

Menurutnya, upaya mewujudkan kesetaraan gender tidak dapat tercapai tanpa dukungan semua pihak serta kebijakan yang berdampak secara struktural di masyarakat.

“Kepedulian terhadap keadilan dan kesetaraan perempuan tidak bisa sepenuhnya terwujud bila tidak didukung semua pihak dan kebijakan yang berdampak secara struktural di masyarakat,” kata Lestari di Jakarta, Minggu.

Lestari menjelaskan bahwa tema IWD 2026 adalah “Give To Gain”, yang menekankan pentingnya kolaborasi, kemurahan hati, serta investasi sosial untuk menciptakan kesetaraan gender.

Ia juga menilai peringatan IWD yang bertepatan dengan bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat karena keduanya mengedepankan nilai empati, keadilan, dan kepedulian sosial.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk memperkuat kesadaran bahwa perjuangan mewujudkan kesetaraan gender bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: 
Bamsoet Dorong PPHN Segera Berlaku, Sebut Ada Empat Opsi Konstitusional

Lestari menegaskan bahwa peringatan Hari Perempuan Internasional tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan.

Tantangan tersebut mencakup berbagai sektor kehidupan, mulai dari ekonomi, politik, hingga perlindungan terhadap kekerasan.

Berdasarkan laporan World Economic Forum melalui Global Gender Gap Report 2025, skor kesenjangan gender Indonesia tercatat sebesar 0,692 dan menempatkan Indonesia pada peringkat ke-97 dari 148 negara.

Kekerasan terhadap perempuan masih tinggi

Selain itu, data dari Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 menunjukkan bahwa 1 dari 4 perempuan berusia 15–64 tahun di Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual sepanjang hidupnya.

Menurut Lestari, data tersebut menunjukkan bahwa kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan masih menjadi isu krusial yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.

Harap kesadaran kolektif meningkat

Lestari berharap momentum Hari Perempuan Internasional tahun ini dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat untuk mempercepat terwujudnya keadilan dan kesempatan yang setara bagi perempuan Indonesia.

Baca Juga: 
Bamsoet Dorong PPHN Segera Berlaku, Sebut Ada Empat Opsi Konstitusional

Ia menilai langkah tersebut penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif bagi seluruh warga negara.

SulawesiPos.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Lestari Moerdijat mengatakan peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan dan keadilan bagi perempuan.

Menurutnya, upaya mewujudkan kesetaraan gender tidak dapat tercapai tanpa dukungan semua pihak serta kebijakan yang berdampak secara struktural di masyarakat.

“Kepedulian terhadap keadilan dan kesetaraan perempuan tidak bisa sepenuhnya terwujud bila tidak didukung semua pihak dan kebijakan yang berdampak secara struktural di masyarakat,” kata Lestari di Jakarta, Minggu.

Lestari menjelaskan bahwa tema IWD 2026 adalah “Give To Gain”, yang menekankan pentingnya kolaborasi, kemurahan hati, serta investasi sosial untuk menciptakan kesetaraan gender.

Ia juga menilai peringatan IWD yang bertepatan dengan bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat karena keduanya mengedepankan nilai empati, keadilan, dan kepedulian sosial.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk memperkuat kesadaran bahwa perjuangan mewujudkan kesetaraan gender bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: 
Bamsoet Dorong PPHN Segera Berlaku, Sebut Ada Empat Opsi Konstitusional

Lestari menegaskan bahwa peringatan Hari Perempuan Internasional tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan.

Tantangan tersebut mencakup berbagai sektor kehidupan, mulai dari ekonomi, politik, hingga perlindungan terhadap kekerasan.

Berdasarkan laporan World Economic Forum melalui Global Gender Gap Report 2025, skor kesenjangan gender Indonesia tercatat sebesar 0,692 dan menempatkan Indonesia pada peringkat ke-97 dari 148 negara.

Kekerasan terhadap perempuan masih tinggi

Selain itu, data dari Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 menunjukkan bahwa 1 dari 4 perempuan berusia 15–64 tahun di Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual sepanjang hidupnya.

Menurut Lestari, data tersebut menunjukkan bahwa kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan masih menjadi isu krusial yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.

Harap kesadaran kolektif meningkat

Lestari berharap momentum Hari Perempuan Internasional tahun ini dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat untuk mempercepat terwujudnya keadilan dan kesempatan yang setara bagi perempuan Indonesia.

Baca Juga: 
Bamsoet Dorong PPHN Segera Berlaku, Sebut Ada Empat Opsi Konstitusional

Ia menilai langkah tersebut penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif bagi seluruh warga negara.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru