28 C
Makassar
1 March 2026, 9:04 AM WITA

TB Hasanuddin: Serangan Israel ke Iran Bisa Gagalkan Upaya Perdamaian Gaza

 

SulawesiPos.com – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai serangan militer Israel ke Iran berpotensi menimbulkan konsekuensi serius, baik secara geopolitik maupun ekonomi global. Salah satu dampak yang disorot adalah kemungkinan mundurnya upaya meredakan ketegangan di Gaza melalui inisiatif Board of Peace (BoP).

Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Hasanuddin menyatakan serangan Israel yang kemudian diikuti pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang keterlibatan AS dalam operasi militer memunculkan pertanyaan besar mengenai arah kepentingan geopolitik di kawasan.

“Serangan terbuka Israel dan kemudian disusul pernyataan President Donald Trump yang menyatakan AS bergabung dalam operasi militer baru-baru ini memunculkan sebuah pandangan bahwa ada kepentingan yang sangat besar untuk penguasaan Iran secara de facto oleh Israel dan sekutunya Amerika Serikat,” ujarnya.

Hasanuddin juga menilai peristiwa tersebut menyulitkan dunia internasional untuk meyakini adanya niat tulus Amerika Serikat dalam mendamaikan Palestina.

Ia secara tegas menyebut kecil kemungkinan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memiliki komitmen sungguh-sungguh untuk mengakhiri konflik Palestina.

“Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin membuat publik meragukan misi perdamaian yang diklaim melalui BoP apabila yang terjadi justru perluasan konflik dan serangan lintas negara.

Ancaman Stabilitas Energi Global

Selain dampak geopolitik, Hasanuddin menyoroti risiko terhadap stabilitas ekonomi global, khususnya di sektor energi.

Ia mengingatkan bahwa dua pekan lalu Iran sempat menggertak dengan menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, meskipun hanya berlangsung beberapa jam.

“Bukan tidak mungkin Iran akan kembali menutup Selat Hormuz atau wilayah tersebut menjadi kawasan konflik bersenjata,” ujarnya.

Jika itu terjadi, ia meyakini harga minyak dunia bisa melonjak tajam dan berdampak serius bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak.

Melihat perkembangan tersebut, Hasanuddin meminta Pemerintah Indonesia segera menentukan sikap yang jelas terhadap invasi Israel bersama Amerika Serikat ke Iran, sesuai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan dan mendukung perdamaian dunia.

“Sudah saatnya aktivisme diplomasi kita yang aktif beberapa bulan terakhir ini menunjukkan hasil apakah benar kita dipandang dan memiliki posisi strategis secara global, atau masih jauh panggang dari api,” katanya.

 

SulawesiPos.com – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai serangan militer Israel ke Iran berpotensi menimbulkan konsekuensi serius, baik secara geopolitik maupun ekonomi global. Salah satu dampak yang disorot adalah kemungkinan mundurnya upaya meredakan ketegangan di Gaza melalui inisiatif Board of Peace (BoP).

Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Hasanuddin menyatakan serangan Israel yang kemudian diikuti pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang keterlibatan AS dalam operasi militer memunculkan pertanyaan besar mengenai arah kepentingan geopolitik di kawasan.

“Serangan terbuka Israel dan kemudian disusul pernyataan President Donald Trump yang menyatakan AS bergabung dalam operasi militer baru-baru ini memunculkan sebuah pandangan bahwa ada kepentingan yang sangat besar untuk penguasaan Iran secara de facto oleh Israel dan sekutunya Amerika Serikat,” ujarnya.

Hasanuddin juga menilai peristiwa tersebut menyulitkan dunia internasional untuk meyakini adanya niat tulus Amerika Serikat dalam mendamaikan Palestina.

Ia secara tegas menyebut kecil kemungkinan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memiliki komitmen sungguh-sungguh untuk mengakhiri konflik Palestina.

“Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin membuat publik meragukan misi perdamaian yang diklaim melalui BoP apabila yang terjadi justru perluasan konflik dan serangan lintas negara.

Ancaman Stabilitas Energi Global

Selain dampak geopolitik, Hasanuddin menyoroti risiko terhadap stabilitas ekonomi global, khususnya di sektor energi.

Ia mengingatkan bahwa dua pekan lalu Iran sempat menggertak dengan menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, meskipun hanya berlangsung beberapa jam.

“Bukan tidak mungkin Iran akan kembali menutup Selat Hormuz atau wilayah tersebut menjadi kawasan konflik bersenjata,” ujarnya.

Jika itu terjadi, ia meyakini harga minyak dunia bisa melonjak tajam dan berdampak serius bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak.

Melihat perkembangan tersebut, Hasanuddin meminta Pemerintah Indonesia segera menentukan sikap yang jelas terhadap invasi Israel bersama Amerika Serikat ke Iran, sesuai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan dan mendukung perdamaian dunia.

“Sudah saatnya aktivisme diplomasi kita yang aktif beberapa bulan terakhir ini menunjukkan hasil apakah benar kita dipandang dan memiliki posisi strategis secara global, atau masih jauh panggang dari api,” katanya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/