27 C
Makassar
27 February 2026, 19:17 PM WITA

PKB: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump Peluang untuk Ciptakan Lapangan Kerja

SulawesiPos.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Faisol Riza, menilai skema Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau perjanjian dagang resiprokal yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump berpotensi membawa dampak positif bagi Indonesia.

Menurut Faisol, perjanjian bilateral tersebut dapat memperkuat posisi perdagangan Indonesia di tingkat global sekaligus memperluas akses pasar ekspor.

“Selama ini hilirisasi mineral kita masih menghadapi banyak tantangan. Dengan adanya perjanjian dagang Indonesia-Amerika, hilirisasi pasir silika sebagai bahan utama produksi chip atau semikonduktor berpeluang direalisasikan di dalam negeri. Ini lompatan besar bagi industrialisasi Indonesia,” ujar Faisol, Jumat (27/2/2026).

Faisol menjelaskan, pasir silika merupakan bahan baku penting dalam industri semikonduktor global.

Melalui ART, Indonesia berpotensi menjadi pemasok bagi perusahaan-perusahaan semikonduktor Amerika Serikat.

Ia menilai kerja sama tersebut bisa mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, khususnya pada sektor mineral strategis.

Selama ini, kata dia, hilirisasi mineral terkendala aspek investasi, teknologi, dan akses pasar.

Dengan perjanjian bilateral, hambatan tersebut diharapkan dapat diurai melalui kemitraan yang lebih terarah.

Faisol juga menanggapi kritik yang membandingkan ART dengan perjanjian multilateral seperti ASEAN Free Trade Area (AFTA), ASEAN-China Free Trade Area (AC-FTA), maupun kerangka World Trade Organization (WTO).

Menurutnya, perjanjian bilateral justru lebih fleksibel karena memungkinkan evaluasi dan renegosiasi jika terdapat klausul yang dinilai merugikan di kemudian hari.

“Perjanjian bilateral memungkinkan evaluasi dan renegosiasi jika di kemudian hari terdapat klausul yang merugikan. Ini berbeda dengan perjanjian multilateral yang mengikat banyak negara dan jauh lebih kompleks untuk ditinjau ulang,” ujarnya.

Faisol menegaskan ART tidak akan mematikan industri nasional maupun industri kecil dan menengah (IKM).

Ia menyebut produk industri dalam negeri tidak akan bersaing langsung dengan produk Amerika di pasar domestik.

Ia menyoroti adanya fasilitas tarif nol persen untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia ke pasar Amerika Serikat.

Sebelumnya, produk-produk tersebut dikenakan tarif antara 8 hingga 12 persen.

SulawesiPos.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Faisol Riza, menilai skema Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau perjanjian dagang resiprokal yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump berpotensi membawa dampak positif bagi Indonesia.

Menurut Faisol, perjanjian bilateral tersebut dapat memperkuat posisi perdagangan Indonesia di tingkat global sekaligus memperluas akses pasar ekspor.

“Selama ini hilirisasi mineral kita masih menghadapi banyak tantangan. Dengan adanya perjanjian dagang Indonesia-Amerika, hilirisasi pasir silika sebagai bahan utama produksi chip atau semikonduktor berpeluang direalisasikan di dalam negeri. Ini lompatan besar bagi industrialisasi Indonesia,” ujar Faisol, Jumat (27/2/2026).

Faisol menjelaskan, pasir silika merupakan bahan baku penting dalam industri semikonduktor global.

Melalui ART, Indonesia berpotensi menjadi pemasok bagi perusahaan-perusahaan semikonduktor Amerika Serikat.

Ia menilai kerja sama tersebut bisa mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, khususnya pada sektor mineral strategis.

Selama ini, kata dia, hilirisasi mineral terkendala aspek investasi, teknologi, dan akses pasar.

Dengan perjanjian bilateral, hambatan tersebut diharapkan dapat diurai melalui kemitraan yang lebih terarah.

Faisol juga menanggapi kritik yang membandingkan ART dengan perjanjian multilateral seperti ASEAN Free Trade Area (AFTA), ASEAN-China Free Trade Area (AC-FTA), maupun kerangka World Trade Organization (WTO).

Menurutnya, perjanjian bilateral justru lebih fleksibel karena memungkinkan evaluasi dan renegosiasi jika terdapat klausul yang dinilai merugikan di kemudian hari.

“Perjanjian bilateral memungkinkan evaluasi dan renegosiasi jika di kemudian hari terdapat klausul yang merugikan. Ini berbeda dengan perjanjian multilateral yang mengikat banyak negara dan jauh lebih kompleks untuk ditinjau ulang,” ujarnya.

Faisol menegaskan ART tidak akan mematikan industri nasional maupun industri kecil dan menengah (IKM).

Ia menyebut produk industri dalam negeri tidak akan bersaing langsung dengan produk Amerika di pasar domestik.

Ia menyoroti adanya fasilitas tarif nol persen untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia ke pasar Amerika Serikat.

Sebelumnya, produk-produk tersebut dikenakan tarif antara 8 hingga 12 persen.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/