SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Yordania dan bertemu dengan Raja Abdullah II ibn Al-Hussein di Amman, Rabu (25/2/2026).
Pertemuan bilateral tersebut secara khusus membahas tindak lanjut rapat perdana Board of Peace (BoP) yang sebelumnya melibatkan sejumlah negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain.
Kedua pemimpin membicarakan langkah konkret untuk menjaga momentum perdamaian serta memperkuat stabilitas kawasan.
Dalam pembahasan tersebut, Yordania dipandang memiliki posisi penting sebagai pintu masuk distribusi bantuan kemanusiaan melalui jalur darat, laut, dan udara.
Koordinasi yang erat dinilai menjadi faktor kunci guna memastikan bantuan tersalurkan secara efektif sekaligus mendukung proses de-eskalasi konflik di kawasan.
Selain isu kemanusiaan, Prabowo dan Raja Abdullah II juga menegaskan pentingnya mendorong solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan keluar yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina dan Israel.
Indonesia, dalam pertemuan itu, kembali menegaskan komitmennya untuk konsisten berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina serta perdamaian regional.
Di luar agenda diplomatik, kunjungan ini juga menampilkan sisi personal kedua pemimpin.
Melalui unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membagikan foto lama yang memperlihatkan kedekatan Prabowo dan Raja Abdullah II saat masih muda.
Keduanya diketahui sama-sama pernah menempuh pendidikan di sekolah ranger Angkatan Darat Amerika Serikat di Fort Benning.
Mereka pertama kali bertemu pada 4 Desember 1995 dalam acara pelantikan Prabowo sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus).
Tak hanya itu, keduanya juga pernah memimpin pasukan khusus di negara masing-masing.
Persahabatan tersebut berlanjut, termasuk saat Prabowo berada di Yordania pada akhir 1990-an.
Sebagai penutup rangkaian kunjungan, Raja Abdullah II secara langsung mengantar Presiden Prabowo menuju bandara dengan menyetir sendiri kendaraan kepresidenan.
“Raja Abdullah II yang telah lama menjalin persahabatan dekat dengan Presiden Prabowo, secara langsung mengantar Presiden menuju bandara dengan menyetir sendiri kendaraan kepresidenan. Gestur tersebut mencerminkan kedekatan personal kedua pemimpin sekaligus hubungan hangat antara Indonesia dan Yordania,” ujar Teddy.
Momen tersebut mempertegas bahwa hubungan Indonesia–Yordania tidak hanya terjalin dalam kerangka diplomasi formal, tetapi juga ditopang relasi personal yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

