SulawesiPos.com – Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo menilai Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin yang mampu mempersatukan kekuatan politik, termasuk merangkul pihak yang sebelumnya berseberangan.
Pernyataan itu disampaikan Bamsoet dalam pidato sambutan peluncuran buku Politik Akal Sehat di Jakarta, Minggu (15/2/2026).
“Pak Prabowo itu sesuai antara ucapan dan tindakan, maka lahirlah buku ini, ‘Politik Akal Sehat’, refleksi tentang kepemimpinan yang mempersatukan, merangkul dan menjembatani,” kata Bamsoet.
Ia menilai politik sejatinya harus terus dirawat, dan keberhasilan kepemimpinan tidak ditentukan oleh minimnya perbedaan, melainkan kemampuan menyatukan perbedaan tersebut.
Bamsoet mencontohkan langkah Prabowo yang dinilai berhasil merangkul lawan politik melalui kebijakan pengampunan kepada sejumlah tokoh.
Ia menyinggung pemberian abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan, Tom Lembong, serta amnesti kepada Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
“Kita lihat di sana itu agak aneh, ketika lawan-lawan beliau… tiba-tiba dirangkul, tiba-tiba dikasih posisi,” ujarnya.
Menurutnya, kedua tokoh tersebut sebelumnya berada di kubu politik yang berseberangan dengan Prabowo pada Pemilihan Presiden 2024.
Bamsoet menyebut kebijakan abolisi dan amnesti tersebut sempat memunculkan tanda tanya publik. Namun ia menilai langkah itu justru menunjukkan arah penataan sistem hukum.
“Kita dengar Indonesia tidak memiliki, dicap tidak memiliki kepastian hukum… justru hari ini beliau lagi menata, memberatkan fondasi untuk penegakan hukum dan kepastian,” ucapnya.
Ia menilai pendekatan rekonsiliatif yang ditempuh Prabowo menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas politik sekaligus memperkuat penegakan hukum nasional.

