30 C
Makassar
10 February 2026, 11:20 AM WITA

KTT D-8 di Jakarta Akan Bahas Solusi Dua Negara Palestina-Israel hingga Penguatan Ekonomi Negara Anggota

Usulan Agenda Baru: Isu Kelautan

Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno menambahkan, Indonesia juga menyiapkan sejumlah agenda pendukung dalam rangkaian D-8, termasuk Ocean Impact Summit yang akan digelar di Bali.

Ia mengungkapkan Indonesia mengusulkan agar isu kelautan menjadi agenda baru dalam kerja sama D-8, mengingat seluruh negara anggota memiliki wilayah laut namun belum pernah menjadikannya fokus pembahasan bersama.

“Jadi negara D8 itu semua punya laut, tapi D8 tidak pernah membahas mengenai laut. Jadi kita ingin D8 tahun ini juga punya agenda mengenai kelautan dunia. Itu sudah masuk di agenda,” kata Havas.

Pemerintah juga telah mengirimkan undangan resmi kepada para kepala negara anggota, meski konfirmasi kehadiran belum diumumkan ke publik.

Indonesia Pimpin D-8 2026–2027

Indonesia saat ini memegang kepemimpinan Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 periode 2026–2027 dengan tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.”

D-8 merupakan organisasi yang dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang, yakni Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Baca Juga: 
PSI Sebut Kehadiran Prabowo di Davos Sebagai bentuk Penegasan Visi Pembangunan Indonesia

Organisasi ini bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan pembangunan guna mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Usulan Agenda Baru: Isu Kelautan

Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno menambahkan, Indonesia juga menyiapkan sejumlah agenda pendukung dalam rangkaian D-8, termasuk Ocean Impact Summit yang akan digelar di Bali.

Ia mengungkapkan Indonesia mengusulkan agar isu kelautan menjadi agenda baru dalam kerja sama D-8, mengingat seluruh negara anggota memiliki wilayah laut namun belum pernah menjadikannya fokus pembahasan bersama.

“Jadi negara D8 itu semua punya laut, tapi D8 tidak pernah membahas mengenai laut. Jadi kita ingin D8 tahun ini juga punya agenda mengenai kelautan dunia. Itu sudah masuk di agenda,” kata Havas.

Pemerintah juga telah mengirimkan undangan resmi kepada para kepala negara anggota, meski konfirmasi kehadiran belum diumumkan ke publik.

Indonesia Pimpin D-8 2026–2027

Indonesia saat ini memegang kepemimpinan Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 periode 2026–2027 dengan tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.”

D-8 merupakan organisasi yang dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang, yakni Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Baca Juga: 
Moody’s Afirmasi Rating Kredit Indonesia, Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi Tetap Terjaga

Organisasi ini bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan pembangunan guna mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/