Keputusan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Namun, saat itu Cak Imin sempat meminta dirinya tetap bertahan di struktur partai.
“Cak Imin, terus terang melarang berhenti, gondheli (menahan),” ungkapnya.
Meski telah mundur, Gus Yusuf menegaskan tetap memiliki kedekatan historis dan moral dengan PKB.
“Saya tetap memandang PKB dilahirkan NU. Kami tetap punya tanggung jawab moral ikut mengawal,” tandasnya.
Ke depan, selain mengelola kembali Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Gus Yusuf berencana mengembangkan berbagai program pendidikan berbasis pesantren.
Di antaranya pendirian ma’had aly serta pengawalan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pesantren di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun ini.

