Dari pihak Indonesia hadir antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono.
Agenda dilanjutkan dengan sesi foto bersama di ruang kredensial sebelum kedua pemimpin menggelar pertemuan tête-à-tête di ruang kerja Presiden guna membahas berbagai isu strategis dan kerja sama bilateral.
“Sekali lagi terima kasih Perdana Menteri atas kehadiran Anda hari ini. Senang bertemu dengan Anda,” ujar Presiden Prabowo saat membuka pertemuan.
Dalam kunjungan tersebut, Indonesia dan Australia menandatangani Perjanjian Keamanan Bersama (Treaty on Common Security).
Kesepakatan ini menandai peningkatan kerja sama keamanan dan pertahanan kedua negara ke level yang lebih tinggi dan strategis.
“Hari ini, dengan penandatanganan ini, kita akan membawa hubungan itu ke titik terkuat yang pernah ada, dan itu sangat penting,” ucap PM Albanese.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan jamuan santap siang yang digelar Presiden Prabowo di beranda Istana Merdeka sebagai bentuk penghormatan kepada PM Albanese beserta delegasi Australia.

