Overview
- Pidato Presiden Prabowo di WEF Davos dinilai menegaskan posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam diskursus global.
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai simbol bahwa pembangunan ekonomi Indonesia bertumpu pada kualitas manusia.
- Paparan Danantara disebut memperkuat pesan komitmen Indonesia terhadap tata kelola investasi yang profesional dan berdaulat.
SulawesiPos.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andy Budiman, menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) Davos menjadi momentum strategis untuk memperlihatkan arah baru kebijakan Indonesia di tingkat global.
Menurut Andy, pidato Presiden Prabowo tidak sekadar menjadi forum diplomasi ekonomi, melainkan juga penegasan visi pembangunan nasional yang berorientasi pada keadilan sosial dan kemandirian ekonomi.
“Pada forum terhormat yang dihadiri para pemimpin dunia, pelaku industri, dan pengambil kebijakan, Presiden Prabowo tidak hanya menyampaikan visi besar Indonesia, tetapi juga menegaskan arah kebijakan yang menjunjung asas keadilan sosial dan kemandirian ekonomi nasional,” kata Andy dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Andy menyoroti pemaparan Presiden Prabowo terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pesan kuat bahwa pembangunan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari investasi pada sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
“Penekanan bahwa negara hadir memastikan gizi anak-anak dan generasi muda menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dilepaskan dari kualitas manusia yang menopangnya. Di hadapan komunitas global, paparan tentang MBG memperlihatkan Indonesia meletakkan kesejahteraan rakyat sebagai fondasi utama,” ujarnya.
Selain MBG, Andy juga memberikan apresiasi terhadap penjelasan Presiden Prabowo mengenai Danantara.
Ia menilai, penekanan pada prinsip profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaan kekayaan negara menjadi sinyal penting bagi komunitas internasional.
“Danantara bukan sekadar lembaga pengelola investasi, melainkan instrumen negara untuk memastikan bahwa kekayaan Indonesia benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan rakyat, pembangunan berkelanjutan, dan stabilitas ekonomi. Pesan ini penting diutarakan di forum seperti WEF untuk membangun kepercayaan investor sekaligus menegaskan kedaulatan ekonomi kita,” tuturnya.
Secara keseluruhan, Andy menilai pidato Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 mencerminkan konsistensi antara visi besar dan langkah kebijakan yang konkret.
Ia menyebut pidato tersebut sebagai cerminan kepercayaan diri Indonesia dalam menawarkan model pembangunan yang inklusif dan berkeadilan kepada dunia.

