25.6 C
Makassar
19 January 2026, 10:06 AM WITA

Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai Politik, Usung Visi Anies Baswedan

Overview:

  • Gerakan Rakyat resmi berubah menjadi Partai Gerakan Rakyat melalui hasil Rakernas I dan sistem e-musyawarah.
  • Partai mengusung Anies Baswedan sebagai inspirasi utama dan Anggota Kehormatan 001 untuk memperjuangkan kesetaraan secara institusional.
  • DPP fokus pada pemenuhan regulasi verifikasi partai politik agar dapat bertarung di kontestasi pemilu mendatang.

SulawesiPos.com – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat secara resmi bertransformasi menjadi Partai Gerakan Rakyat.

Keputusan ini diambil secara demokratis melalui mekanisme pemungutan suara digital dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar pada Minggu (18/1/2026).

Melalui platform e-musyawarah, mayoritas anggota sepakat untuk menaikkan level organisasi menjadi instrumen politik formal.

Dalam rapat pleno yang dihadiri oleh 511 perwakilan dari seluruh Indonesia, Sahrin Hamid secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, menandai babak baru perjuangan politik organisasi tersebut.

Partai baru ini secara terbuka menyatakan bahwa ideologi mereka berakar pada semangat keadilan sosial yang dibawa oleh Anies Rasyid Baswedan, yang juga tercatat sebagai Anggota Kehormatan 001.

Baca Juga: 
PDIP Sebut Isu Pilkada Berpeluang Dibahas di Rakernas Akhir Pekan Ini

Sahrin Hamid menegaskan bahwa partainya hadir untuk mendobrak gaya politik elitis yang selama ini mendominasi tanah air.

“Keadilan dan kesetaraan yang selama ini diperjuangkan oleh Anies Rasyid Baswedan secara personal, saat ini tidak lagi menjadi perjuangan personal, tapi sudah menjadi perjuangan institusional melalui Partai Gerakan Rakyat,” tegas Sahrin.

Salah satu pembeda utama Partai Gerakan Rakyat adalah model pendanaannya yang diklaim bersih dari campur tangan kekuatan oligarki maupun politik dinasti.

Sejak berdiri sebagai ormas pada 2023, seluruh kegiatan dibiayai secara swadaya melalui hasil patungan anggota.

Untuk menjaga integritas partai, setiap kader diwajibkan memegang teguh Panca Dharma yang meliputi prinsip religiusitas, nasionalisme kerakyatan, kersa ksatria, kasih sayang, dan integritas moral.

Overview:

  • Gerakan Rakyat resmi berubah menjadi Partai Gerakan Rakyat melalui hasil Rakernas I dan sistem e-musyawarah.
  • Partai mengusung Anies Baswedan sebagai inspirasi utama dan Anggota Kehormatan 001 untuk memperjuangkan kesetaraan secara institusional.
  • DPP fokus pada pemenuhan regulasi verifikasi partai politik agar dapat bertarung di kontestasi pemilu mendatang.

SulawesiPos.com – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat secara resmi bertransformasi menjadi Partai Gerakan Rakyat.

Keputusan ini diambil secara demokratis melalui mekanisme pemungutan suara digital dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar pada Minggu (18/1/2026).

Melalui platform e-musyawarah, mayoritas anggota sepakat untuk menaikkan level organisasi menjadi instrumen politik formal.

Dalam rapat pleno yang dihadiri oleh 511 perwakilan dari seluruh Indonesia, Sahrin Hamid secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, menandai babak baru perjuangan politik organisasi tersebut.

Partai baru ini secara terbuka menyatakan bahwa ideologi mereka berakar pada semangat keadilan sosial yang dibawa oleh Anies Rasyid Baswedan, yang juga tercatat sebagai Anggota Kehormatan 001.

Baca Juga: 
PDIP Sebut Isu Pilkada Berpeluang Dibahas di Rakernas Akhir Pekan Ini

Sahrin Hamid menegaskan bahwa partainya hadir untuk mendobrak gaya politik elitis yang selama ini mendominasi tanah air.

“Keadilan dan kesetaraan yang selama ini diperjuangkan oleh Anies Rasyid Baswedan secara personal, saat ini tidak lagi menjadi perjuangan personal, tapi sudah menjadi perjuangan institusional melalui Partai Gerakan Rakyat,” tegas Sahrin.

Salah satu pembeda utama Partai Gerakan Rakyat adalah model pendanaannya yang diklaim bersih dari campur tangan kekuatan oligarki maupun politik dinasti.

Sejak berdiri sebagai ormas pada 2023, seluruh kegiatan dibiayai secara swadaya melalui hasil patungan anggota.

Untuk menjaga integritas partai, setiap kader diwajibkan memegang teguh Panca Dharma yang meliputi prinsip religiusitas, nasionalisme kerakyatan, kersa ksatria, kasih sayang, dan integritas moral.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/