30 C
Makassar
18 January 2026, 15:58 PM WITA

Mantan Menteri ESDM Puji Ide Desentralisasi Politik Partai Gema Bangsa

Overview:

  • Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said hadir dan memuji gagasan desentralisasi politik Partai Gema Bangsa sebagai solusi memperbaiki mutu demokrasi.
  • Sudirman menekankan pentingnya otonomi fiskal dan ruang bagi tokoh daerah agar kepemimpinan nasional berbasis pada meritokrasi.
  • Ketum Ahmad Rofiq memberikan sinyal kuat untuk merekrut Sudirman Said dan tokoh bangsa lainnya guna memperkuat struktur partai.

SulawesiPos.com – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, menghadiri deklarasi Partai Gema Bangsa yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Kehadiran tokoh nasional ini menjadi sorotan setelah ia secara terbuka memuji visi desentralisasi politik yang diusung oleh partai baru tersebut.

Sudirman menilai lahirnya Gema Bangsa merupakan pertanda positif di tengah kondisi demokrasi Indonesia yang ia sebut sedang mengalami masa pancaroba.

Menurutnya, ketika para aktivis memutuskan untuk berserikat dalam organisasi politik, hal itu menghidupkan kembali napas aktivisme yang sempat hilang.

“Demokrasi kita saat ini kan sedang kehilangan napas aktivisme. Jadi, ketika para aktivis memutuskan berserikat melalui organisasi politik, itu tentu pertanda baik,” ujarnya usai acara.

Baca Juga: 
Partai Gerindra Dukung Pilkada Melalui DPRD, Sekjen: Lebih Efisien

Secara khusus, Sudirman mengapresiasi komitmen Gema Bangsa dalam menuntaskan otonomi daerah melalui penguatan otonomi fiskal.

Ia memandang langkah ini sebagai upaya dewasa untuk memperbaiki mutu tata kelola negara dengan memberikan panggung lebih besar bagi tokoh-tokoh potensial di daerah.

Ia meyakini bahwa penguatan desentralisasi akan mengembalikan meritokrasi sebagai ruh demokrasi.

Dengan sistem yang sehat, pemimpin akan dipilih berdasarkan prestasi, rekam jejak, dan integritas, bukan sekadar faktor transaksional.

“Demokrasi akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang bukan saja mumpuni, melainkan juga cakap dan patut menjadi teladan dalam ucap, tindak, dan nilai moral,” jelas Sudirman.

Overview:

  • Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said hadir dan memuji gagasan desentralisasi politik Partai Gema Bangsa sebagai solusi memperbaiki mutu demokrasi.
  • Sudirman menekankan pentingnya otonomi fiskal dan ruang bagi tokoh daerah agar kepemimpinan nasional berbasis pada meritokrasi.
  • Ketum Ahmad Rofiq memberikan sinyal kuat untuk merekrut Sudirman Said dan tokoh bangsa lainnya guna memperkuat struktur partai.

SulawesiPos.com – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, menghadiri deklarasi Partai Gema Bangsa yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Kehadiran tokoh nasional ini menjadi sorotan setelah ia secara terbuka memuji visi desentralisasi politik yang diusung oleh partai baru tersebut.

Sudirman menilai lahirnya Gema Bangsa merupakan pertanda positif di tengah kondisi demokrasi Indonesia yang ia sebut sedang mengalami masa pancaroba.

Menurutnya, ketika para aktivis memutuskan untuk berserikat dalam organisasi politik, hal itu menghidupkan kembali napas aktivisme yang sempat hilang.

“Demokrasi kita saat ini kan sedang kehilangan napas aktivisme. Jadi, ketika para aktivis memutuskan berserikat melalui organisasi politik, itu tentu pertanda baik,” ujarnya usai acara.

Baca Juga: 
Partai Gema Bangsa Segera Gelar Rapimnas Untuk Songsong Pemilu 2029

Secara khusus, Sudirman mengapresiasi komitmen Gema Bangsa dalam menuntaskan otonomi daerah melalui penguatan otonomi fiskal.

Ia memandang langkah ini sebagai upaya dewasa untuk memperbaiki mutu tata kelola negara dengan memberikan panggung lebih besar bagi tokoh-tokoh potensial di daerah.

Ia meyakini bahwa penguatan desentralisasi akan mengembalikan meritokrasi sebagai ruh demokrasi.

Dengan sistem yang sehat, pemimpin akan dipilih berdasarkan prestasi, rekam jejak, dan integritas, bukan sekadar faktor transaksional.

“Demokrasi akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang bukan saja mumpuni, melainkan juga cakap dan patut menjadi teladan dalam ucap, tindak, dan nilai moral,” jelas Sudirman.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/