Selanjut, Gubernur Jawa Timur itu juga meminta setiap kendala yang muncul segera dicarikan solusi di tingkat daerah agar tidak berlarut-larut.
Sinergi antara Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Pemerintah Kabupaten/Kota menjadi kunci stabilitas sekolah.
“Kalau ada masalah, tidak boleh dibiarkan. Jangan sampai melapor hingga ke kementerian. Cari solusinya segera dengan Dindik, Dinsos, hingga Wali Kota atau Bupati setempat,” tegas Khofifah.
Identifikasi dini terhadap persoalan adaptasi siswa sangat penting mengingat latar belakang keluarga mereka yang berbeda-beda.
Kegiatan bimbingan teknis ini merupakan langkah proaktif Pemprov Jatim untuk meningkatkan kompetensi pengelola sekolah.
Khofifah berharap SR bukan sekadar tempat belajar, melainkan wadah mitigasi sosial yang komprehensif.
Dengan pengelolaan yang baik, lulusan SR diharapkan memiliki daya saing tinggi dan mampu mengangkat derajat keluarganya.
Pemerintah Provinsi terus memantau perkembangan infrastruktur dan kualitas pengajaran di seluruh SR.
Target ke depan adalah memastikan setiap lulusan memiliki keterampilan praktis dan karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

