30 C
Makassar
18 January 2026, 15:57 PM WITA

Khofifah Sebut Siswa Sekolah Rakyat Banyak Yang Brilian dan Berlian

Overview:

  • Jawa Timur memiliki jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia sebanyak 26 sekolah dengan total 2.249 siswa.
  • Siswa SR Jatim terbukti mampu menguasai bahasa asing dan memiliki kedisiplinan tinggi hingga mendapat apresiasi Presiden.
  • Gubernur meminta masalah sosial siswa diselesaikan melalui sinergi Dindik dan Dinsos tingkat daerah tanpa harus menunggu penanganan pusat.

SulawesiPos.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meyakini Sekolah Rakyat (SR) dapat menjadi instrumen utama dalam memutus mata rantai kemiskinan.

Melalui sistem pendidikan berbasis asrama, Khofifah yakin potensi besar anak-anak dari latar belakang ekonomi rendah dapat terasah secara maksimal.

Dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi tenaga kependidikan SR se-Jawa Timur, Sabtu (17/1/2026), Khofifah menyebut banyak talenta unggul yang selama ini tidak terlihat kini mulai bermunculan.

“Di dalam SR ini ternyata banyak anak yang brilian dan berlian. Kadang tidak tampak, namun setelah diberi ruang mereka ternyata brilian dan berlian,” ujarnya di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Jawa Timur.

Saat ini, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia. Sebanyak 26 sekolah telah beroperasi dengan total 2.249 siswa.

Baca Juga: 
Bio Paulin Sempurna Bersama Pasuruan United: 6 Laga, 6 Kemenangan Tanpa Kebobolan

Ribuan siswa tersebut terbagi dalam 98 rombongan belajar (rombel) mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Kita ingin menjadi bagian penguat, penyukses dan pendorong bahwa SR di Jatim ini adalah harapan untuk mendorong potensi-potensi yang brilian dan berlian,” ujarnya.

Keberhasilan SR di Jatim bahkan mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, terutama saat melihat ketangkasan baris-berbaris dan kemampuan pidato multibahasa yaitu bahasa Arab dan Jepang dari para siswa.

Khofifah menekankan bahwa fasilitas asrama yang disiapkan pemerintah bertujuan agar proses pembelajaran berlangsung fokus dan optimal.

Ia mengingatkan para kepala sekolah dan wali asuh untuk peka terhadap dinamika sosial siswa yang beragam.

Overview:

  • Jawa Timur memiliki jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia sebanyak 26 sekolah dengan total 2.249 siswa.
  • Siswa SR Jatim terbukti mampu menguasai bahasa asing dan memiliki kedisiplinan tinggi hingga mendapat apresiasi Presiden.
  • Gubernur meminta masalah sosial siswa diselesaikan melalui sinergi Dindik dan Dinsos tingkat daerah tanpa harus menunggu penanganan pusat.

SulawesiPos.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meyakini Sekolah Rakyat (SR) dapat menjadi instrumen utama dalam memutus mata rantai kemiskinan.

Melalui sistem pendidikan berbasis asrama, Khofifah yakin potensi besar anak-anak dari latar belakang ekonomi rendah dapat terasah secara maksimal.

Dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi tenaga kependidikan SR se-Jawa Timur, Sabtu (17/1/2026), Khofifah menyebut banyak talenta unggul yang selama ini tidak terlihat kini mulai bermunculan.

“Di dalam SR ini ternyata banyak anak yang brilian dan berlian. Kadang tidak tampak, namun setelah diberi ruang mereka ternyata brilian dan berlian,” ujarnya di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Jawa Timur.

Saat ini, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia. Sebanyak 26 sekolah telah beroperasi dengan total 2.249 siswa.

Baca Juga: 
Kaesang Pangarep Puji Kekuatan PSI Jatim di Rakorwil

Ribuan siswa tersebut terbagi dalam 98 rombongan belajar (rombel) mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Kita ingin menjadi bagian penguat, penyukses dan pendorong bahwa SR di Jatim ini adalah harapan untuk mendorong potensi-potensi yang brilian dan berlian,” ujarnya.

Keberhasilan SR di Jatim bahkan mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, terutama saat melihat ketangkasan baris-berbaris dan kemampuan pidato multibahasa yaitu bahasa Arab dan Jepang dari para siswa.

Khofifah menekankan bahwa fasilitas asrama yang disiapkan pemerintah bertujuan agar proses pembelajaran berlangsung fokus dan optimal.

Ia mengingatkan para kepala sekolah dan wali asuh untuk peka terhadap dinamika sosial siswa yang beragam.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/