“Jadi kepada para saudara-saudara akademisi yang merasa mungkin agak khawatir bahwa sosial humaniora tidak perhatikan, tidak benar,” ujarnya.
Menteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi ruang bagi Presiden untuk memaparkan perspektif strategis mengenai kondisi bangsa serta situasi global terkini.
“Bapak Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” kata Prasetyo.
Ia menekankan bahwa meskipun pemerintah sedang gencar mengupayakan swasembada pangan dan energi, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) tetap menjadi pilar utama.
Pendidikan dipandang sebagai faktor kunci dalam mempersiapkan generasi yang akan mengawal visi Indonesia Emas 2045.
“Pengawakan baik sekarang maupun ke depan menuju Indonesia Emas 2045. Jadi ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Bapak Presiden di bidang pendidikan,” ungkapnya.

